Sukabumi Update

Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19 Eps 7: Konflik Kepercayaan-BARBAR Ikut Ajaran Tuhan

Sinopsis sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 19 Episode ke-7 Ini akan menampikan cerita yang lebih seru. (Sumber : Instagram/@parapencarituhanppt.sctv).

SUKABUMIUPDATE.com - Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 19 kini telah memasuki episode 7. Dimana kali akan menghadirkan sejumlah adegan menarik yang sarat pesan moral tentang kepercayaan dan tanggung jawab.

Di awal cerita, suasana hangat terlihat di rumah Jarot. Penampilannya tampak lebih rapi saat berbincang dengan adik perempuannya yang masih kuliah. Jarot menanyakan kapan sang adik akan menyelesaikan studinya.

“Berapa lama lagi kamu lulus kuliah?” tanya Jarot.

“Dua semester lagi,” jawab sang adik.

Jarot kembali bertanya mengenai rencana setelah lulus. Adiknya pun bertekad ingin segera bekerja agar tidak terus bergantung secara finansial kepada sang kakak.

“Kerja biar nggak minta uang terus sama Abang,” ujarnya.

Baca Juga: Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Kasir, Cek Kualifikasinya Disini!

Namun Jarot menegaskan bahwa semua yang ia lakukan semata-mata karena rasa sayang. Ia pun mengaku tak pernah merasa terbebani membantu sang adik.

Konflik kemudian terjadi saat anak-anak tengah bermain karambol. Secara tiba-tiba, Muluk membalikkan papan permainan hingga membuat anak-anak jalanan terkejut dan kaget. Muluk tahu mereka menyembunyikan uang setoran dan benar saja uangnya ada dibalik papan karambol.

“Apa maksud kalian menyembunyikan uang?” bentak Muluk.

Jarot pun membela anak-anak tersebut dan mengakui bahwa dialah yang menyuruh Komet dan Keket untuk tidak menyetor seluruh uang kepada Muluk.

“Gua yang nyuruh Komet dan Keket buat nggak nyetor semua duitnya ke elu,” tegas Jarot.

Baca Juga: Ciwang Sukabumi Lezat, 6 Takjil dari Jawa Barat untuk Berbuka Puasa

Muluk pun memperingatkan bahwa kerja sama mereka akan berakhir jika tidak ada rasa saling percaya.

Di sisi lain, organisasi masyarakat BARBAR kini memiliki sosok yang disegani, yakni Bang Galak. Kehadirannya membawa perubahan besar dalam tubuh ormas tersebut. Trio TBC yakni Tongkol (Sakutra Ginting), Boy (Irfan Siagian), dan Cumi (Cheikna Hamala), bahkan kini ikut bergabung, dan ORMAS BARBAR mulai menjalani keseharian dengan lebih tertib serta mengikuti ajaran agama.

Namun Ketua ORMAS BARBAR, Hajar, mempertanyakan alasan para anggota harus mengikuti aturan Allah kepada Bang Galak.

“Kenapa anggota BARBAR harus mengikuti aturan Allah?” tanya Hajar kepada Galak.

Bang Galak dengan tegas menjawab, “Aturan Allah itu pasti jauh lebih baik daripada aturan manusia.”

Hajar kemudian menyinggung kedekatan Bang Galak dengan Tuhan, yang membuat sorot mata Bang Galak berubah tajam seolah tak menyukai pertanyaan tersebut.

Adegan lain memperlihatkan Muluk dan Pipit berbincang di sebuah restoran mengenai amanah dari ayah Pipit. Muluk menjelaskan bahwa seorang anak perempuan adalah amanah yang harus dijaga dan diserahkan kepada laki-laki yang mampu bertanggung jawab.

“Yang gue tahu anak perempuan itu amanah. Jadi abah lu ingin menyerahkannya kepada laki-laki yang mampu menjaga amanah itu,” ujar Muluk.

Namun Pipit merasa laki-laki yang dimaksud tidak mencintainya.

“Bukan enggak mencintai, tapi belum,” balas Muluk.

Pada bagian akhir episode, sejumlah anggota ORMAS BARBAR mengeluhkan beratnya menjalankan perintah Tuhan. Mereka bahkan membandingkannya dengan menjalankan perintah pimpinan.

“Waduh, berat, Bos. Menjalankan perintah Bos saja susah, apalagi menjalankan perintah Tuhan,” keluh salah satu anggota.

Hajar kemudian berdialog dengan Bang Galak dan Bang Jack. Ia merasa heran melihat persahabatan keduanya, mengingat latar belakang Bang Galak sebagai mantan preman yang pernah menjadi pembunuh, sementara Bang Jack dikenal sebagai sosok religius.

“Persahabatan yang aneh. Preman yang mantan pembunuh, bersahabat dengan yang bernama masjid,” ujar Hajar sambil disambut gelak tawa.

Episode ini menampilkan dinamika konflik, perubahan karakter, serta pesan moral tentang kepercayaan, amanah, dan pentingnya mengikuti aturan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Para Pencari Tuhan (PPT) Jilid 19: "Tobat, Woy!" tayang setiap hari selama bulan Ramadan pukul 02.45 WIB.



Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT