SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah pertunjukan teater bertajuk “Pulo Megalodon Jampang” akan digelar di Goa Cigintung, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu hingga Senin, 30 - 31 Mei dan 1 Juni 2026. Gunungsungging adalah desa di Indonesia yang menjadi salah satu pusat penelitian hiu purba Megalodon.
Pertunjukan ini mengangkat kisah fosil gigi Megalodon yang ditemukan di wilayah Jampang. Masyarakat setempat, menganggap fosil gigi megalodon adalah benda ajaib yang dikenal dengan sebutan “huntu gelap”, warisan dari penguasa laut purba Jampang jutaan tahun silam.
Sophiyah Artistic Director Pakidoelan Lab mengatakan pertunjukan ini menghadirkan konsep yang berbeda dari teater pada umumnya karena memadukan live action role play, permainan interaktif, dan pertunjukan teater langsung di dalam goa.
Baca Juga: Dari Bojan Hodak ke Igor Tolic, Estafet Kejayaan Persib Bandung akan Berlanjut
“Kami menghadirkan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya. Penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi ikut menjadi bagian dari cerita di dunia Pulo Megalodon,” ujar Sophiyah kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, para peserta akan diajak memasuki petualangan di dalam Goa Cigintung untuk menyelidiki misteri hilangnya “huntu gelap”. Dalam perjalanan tersebut, pengunjung akan bertemu dengan berbagai karakter dari dunia Pulo Megalodon.
“Pengunjung akan ikut berinteraksi, memecahkan misteri, dan merasakan pengalaman teater yang imersif langsung di lokasi penemuan fosil,” katanya.
Baca Juga: Temani Libur Hari Raya, 4 Film yang Tayang di Bioskop Saat Idul Adha
Kegiatan yang digelar di Goa Cigintung ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis. Pertunjukan tersebut diharapkan menjadi ruang kreatif sekaligus media pengenalan sejarah dan kekayaan cerita lokal Jampang kepada masyarakat luas.
Editor : Fitriansyah