SUKABUMIUPDATE.com - Film Descendants of the Sun versi Indonesia yang merupakan remake dari drama korea Descendants of the Sun akan segera menghiasi layar lebar Tanah Air dengan bertabur bintang ternama.
Bahkan, media sosial resmi film Descendants of the Sun telah merilis still cuts dari Dian Sastrowardoyo yang akan berakting sebagai Kang Mo Yeon versi Indonesia, yang di drama koreanya diperankan oleh aktris Song Hye Kyo.
Dalam foto yang diunggah memperlihatkan Dian Sastrowardoyo mengenakan jas putih dokter dan stetoskop berada di lehernya. Selain itu, gaya rambut sang aktris yang ponytail dengan poni depan begitu mirip dengan karakter Kang Mo Yeon di drama korea Descendants of the Sun.
Selain itu, ada still cuts yang memperlihatkan Dian Sastro berhadapan dengan Yoshi Sudarso yang mengenakan pakaian tentara dan tampak ada suasana menegangkan di antara keduanya. Namun, belum diketahui Yoshi akan berperan seperti apa.
Dengan dirilis potongan adegan telah menjadi tanda bahwa film Descendants of the Sun versi Indonesia akan segera menyapa para penonton Tanah Air di bioskop. Membawa cerita yang tak kalah menarik dari versi drama koreanya.
Baca Juga: Sinopsis Film Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Conan Hadapi Misteri Lucifer
Dalam gelaran Ideafest 2026 yang berlokasi di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, para jajaran pemain film Descendants of the Sun versi Indonesia hadir bersama dengan sang sutradara Hanung Bramantyo.
Hanung Bramantyo yang menjadi sutradara untuk Descendants of the Sun versi Indonesia menegaskan bahwa dalam versi filmnya akan membawa identitas lokal masyarakat Indonesia dalam gelaran Ideafest 2026.
Apalagi Descendants of the Sun telah menarik perhatian dengan membawa alur cerita romansa antaprofesi yang bertolak belakang. Dengan membawa identitas dan relevansi lokal masyarakat Indonesia akan membuat remake drakor yang dibintangi oleh Song Joong Ki dan Song Hye Kyo itu semakin menarik.
Mengutip dari Tempo.co, film yang telah menyelesaikan proses pengambilan gambar ini diproyeksikan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2027 mendatang.
"Prosesnya berjalan cukup lama, dan akhirnya senang bisa mengumumkan kolaborasi internasional ini," ujar Hanung Bramantyo melalui keterangan persnya dikutip dari Tempo.co pada Selasa, (8/9/2026).
Reuni Bertabur Bintang dan Tantangan Baru Pemeran Utama
Film ini menyatukan jajaran aktor papan atas tanah air, di antaranya Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia. Film ini menjadi momen perdana bagi Reza dan Dian dipasangkan langsung sebagai pasangan kekasih utama dalam satu judul proyek layar lebar.
Bagi Reza, keterlibatannya dalam proyek ini merupakan kelanjutan dari hubungan profesional dan personal yang panjang bersama Hanung. Rekam jejak kebersamaan mereka bahkan telah membuahkan Piala Citra pertama bagi Reza melalui film Perempuan Berkalung Sorban pada 2009.
"Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak. Kami bekerja bersama sejak lama, bukan sekedar reuni, saya tidak bisa menolak untuk Mas Hanung," ungkap Reza.
Di sisi lain, Dian Sastro mengaku sangat bersemangat menyambut kesempatan beradu peran dengan Reza dalam dinamika karakter yang baru. "Saya dan Reza tentu saja sudah lama berkarier di perfilman.Tapi ternyata baru di proyek inilah kami benar-benar dipersatukan dalam sebuah project sebagai co-actors, dan akan terlibat love interest, sangat excited," tutur Dian Sastro.
Baca Juga: Sinopsis Film Krakatoa: The Last Days, Kisah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau 1883
Tak ketinggalan, aktris Eva Celia juga membagikan pengalamannya bergabung dalam jajaran pemain film berskala internasional ini. Meski sempat merasa gugup menghadapi tantangan peran yang diberikan, ia merasa terbantu oleh pengarahan sang sutradara.
"Deg-degan sekali awalnya, apalagi di film ini saya mendapat tantangan tersendiri. Namun Mas Hanung berhasil memberikan ruang yang nyaman dalam direction-nya," kata Eva Celia.
Produksi film ini terwujud atas kolaborasi internasional antara rumah produksi Dapur Film bersama RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), Piring Langit, serta perusahaan hiburan Korea Selatan seperti Next Entertainment World (NEW), Barunson C&C, dan D BAY FILM FACTORY SDN. BHD. Sementara itu, penjualan internasional akan ditangani oleh Barunson E&A, dan distribusi di Korea Selatan dijalankan oleh Contents Panda.
Sumber: Tempo.co
Editor : Octa Haerawati