Sukabumi Update

Review Film Laut Bercerita, Kisah Pilu Perjuangan Aktivis yang Tak Pernah Pulang

Review Film Laut Bercerita, Kisah Pilu Perjuangan Aktivis yang Tak Pernah Pulang (Sumber : Instagram/@filmlautbercerita)

SUKABUMIUPDATE.com - Film Laut Bercerita telah resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak Kamis, 29 Oktober 2026, dengan menghadirkan pengalaman kelam emosional tentang sejarah Indonesia.

Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel laris berjudul sama karya Leila. S. Chudori. Bahkan, ia juga turut terlibat dalam penulisan skenario untuk membantu menjaga esensi dan ruh asli dari novelnya.

Film Laut Bercerita menceritakan perjalanan Biru Laut yang diperankan Reza Rahadian, yaitu seorang aktivis mahasiswa dalam kelompok Winatra yang mengalami penculikan, penyiksaan, dan dihilangkan paksa oleh rezim Orde Baru menjelang Reformasi 1998.

Dengan arahan Yosep Anggi Noen sebagai sutradara bersama Ahmad Zulkarnaen yang menjadi production designer, lalu ada Batara Goempar sebagai sinematografer, berhasil menghadirkan sinematografi artistik nuansa era Orde Baru untuk membangun dunia Laut Bercerita.

Namun di balik keindahan sinematografi, pada awal Laut Bercerita tampak tertatih-tatih. Alih-alih membangun perlahan emosi penonton untuk terhanyut dalam cerita, film ini justru terlihat terburu-buru membawa penonton ke beberapa peristiwa penting.

Baca Juga: Sinopsis Laut Bercerita, Film Adaptasi Novel tentang Perjuangan dan Kehilangan

Awal film ini terasa agak padat dan melompat-lompat dari satu adegan ke adegan lainnya agar bisa menyatukan kepingan peristiwa di dalamnya, tapi tidak memilih kedalaman emosi terhadap beberapa karakter.

Ada beberapa bagian yang terasa hilang sehingga membuat penonton hanya melihat rangkaian kejadian, tapi tidak menunjukkan drama kisah yang menyatukan antar karakter dalam Laut Bercerita.

Laut Bercerita memiliki tantangan cukup besar, salah satunya adalah memberikan ruang cukup untuk banyak karakternya dengan peristiwa yang saling menyatukan mereka dalam pengembangan cerita.

Sebab Laut Bercerita tidak hanya membicarakan soal peristiwa sejarah di Indonesia, tapi juga mengenai karakter-karakter di dalamnya yang berjuang. Persahabatan, keyakinan, dan kehilangan seharusnya tumbuh beriringan dalam perjalanan cerita di filmnya.

Unsur-unsur tersebut memang membutuhkan ruang untuk memberikan dampak emosional kepada penonton, sehingga dengan durasi 2 jam 15 menit, film ini belum sepenuhnya menyampaikan seluruh lapis emosi dan kompleksitas kisah dari dalam novelnya.

Bahkan, bagi sebagian penonton yang telah membaca novel Laut Bercerita merasa tidak semua momen-momen ikonis hadir dalam filmnya, sehingga ceritanya terasa ada yang hilang. Dengan keterbatasan ruang memengaruhi pengembangan karakter di dalamnya.

Pada momen Laut dan kawan-kawannya yang diculik oleh aparat seharusnya terasa begitu menyakitkan dan menjadi duka dalam untuk keluarga korban justru tidak terasa mendalam seperti dalam novel.

Salah satunya kesedihan Ratih Anjani yang diperankan Eva Celia seharusnya digambarkan begitu pilu ketika mengetahui kekasihnya telah hilang. Namun, dalam film justru rasa frustasi yang ditampilkan tidak memperlihatkan terlalu dalam kesedihan dirinya.

Justru Ratih Anjani tampak terlihat konyol karena frustasi menanti Laut kembali dan saat menyangkal segala kemungkinan yang terjadi. Jadi, momen yang seharusnya sedih justru tampak membingungkan.

Baca Juga: Dibintangi Aktor Ternama, Berikut Daftar Pemain Film Laut Bercerita

Namun, momen ketika Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara sebagai orang tua Laut berhasil membayar rasa kehilangan yang membuat hati tersentuh. Apalagi ketika keduanya memperlihatkan tatapan kosong penuh duka menanti kabar dari sang putra yang menghilang.

Sementara itu, Yunita Siregar yang menjadi Asmara Jati memberikan kekuatan dalam film tersebut ketika berusaha untuk mencari tahu kabar kakak dan sang kekasih, Alex yang menghilang.

Yunita berhasil menghidupkan peran Asmara sebagai anak dari orang yang kehilangan, adik yang merindukan kakaknya, dan menanti kembalinya sang kekasih yang tidak tahu kabarnya. Ia mampu menunjukkan kebingungan, duka, dan keteguhan mencari kepastian nasib sang abang serta kekasihnya.

Secara keseluruhan kisah pilu dari Ratih Anjani, Orang Tua Laut, dan Asmara Jati dapat membuat hati tersentuh saat mereka menanti kabar Laut yang tak kunjung hadir hingga waktu demi waktu berlalu begitu saja.

Meski begitu, pemilihan pemeran seperti Reza Rahadian, Kevin Julio, Dewa Dayana, hingga Dian Sastrowardoyo patut diberikan apresiasi. Karena mereka bisa menghidupkan dengan baik karakter yang diperankan dalam film Laut Bercerita.

Film Laut Bercerita tidak hadir dengan sempurna, tapi ia menyimpan sebuah pesan untuk masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan negara agar tidak menyerah.

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT