SUKABUMIUPDATE.com - Es Gabus jajanan jadul yang sudah ada sejak tahun 1980-an viral gegara ketidaktahuan warga dan dua oknum polisi dan TNI di Jakarta. Makanan yang juga dikenal dengan nama es kue ini disebut membahayakan karena terbuat dari spon atau kapas.
Es Gabus viral setelah Sudrajat pedagang jajanan jadul diamankan oleh oknum babinsa dan bhabinkamtibmas di Kemayoran Jakarta Pusat atas laporan warga. Seorang warga Utan Panjang III, Kemayoran, melaporkan dugaan jajanan berbahaya melalui call center 110 pada Sabtu 24 januari 2026.
Tak hanya melaporkan, warga juga melakukan aksi main hakim sendiri terhadap Sudrajat, karena dituduh menjual es berbahaya. Dari sana pedagang es jadul ini kemudian diamankan oleh anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, an anggota TNI bernama Heri.
Baca Juga: Jalan Kaki demi Sekolah, Nasib Pelajar di Jalur Kiaradua–Lengkong Minim Angkutan Umum
Bukannya melakukan cek dan ricek, kedua oknum aparat keamanan ini malah ikut-ikutan Sudrajat menjual jajanan berbahaya, tanpa dasar. Dalam rekaman video keduanya oknum tersebut menginterogasi Suderajat dengan tekanan. Keduanya Membakar es dagangannya untuk "membuktikan" tuduhan bahwa jajanan itu terbuat dari spon, bahkan memaksa Sudrajat untuk mengkonsumsi es gabus.
Ketidaktahuan Berbuah Celaka
Karena viral polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sampel es kue gabus yang dijual Sudrajat. Setelah uji awal hingga lanjutan, hasilnya menegaskan es gabus yang dijual keliling oleh Sudrajat aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti spons atau Polyurethane Foam (PU Foam).
Sudah bisa ditebak, warga dan dua oknum itu kemudian ramai-ramai meminta maaf kepada Sudrajat, dan juga publik melalui video. Polisi bahkan mengirim sebuah sepeda motor untuk sebagai hadiah dan bantuan kepada Sudrajat, agar jualannya es gabus kelilingnya lebih lancar. Tak hanya itu, kedua oknum Polri dan TNI yang salah sangka juga harus menjalani sanksi, dan diperiksa oleh satuannya masing-masing karena dianggap lalai dalam bertugas.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia, Waspada Gelombang Tinggi Pesisir Sukabumi
Es Gabus dan Sejarah serta Bahan Pembuatnya.
Melansir suara.com, jelas bahan baku utama jajanan ini bukan spons. Es gabus, yang juga dikenal sebagai es kue, merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung dan santan yang dibekukan. Nama "gabus" bukan merujuk pada bahan bakunya, melainkan pada teksturnya yang ringan, empuk, dan berpori saat digigit.
Tekstur inilah yang membuat banyak orang mengasosiasikannya dengan gabus atau spons, meski sama sekali tidak ada hubungannya dengan bahan tersebut. Secara tampilan, es gabus biasanya berbentuk balok panjang yang kemudian dipotong kecil-kecil sebelum dijual.
Warnanya cerah dan lembut, mulai dari merah muda, hijau, hingga cokelat, tergantung pewarna makanan yang digunakan. Jajanan ini umumnya dibungkus plastik kecil tanpa tusuk dan dijajakan oleh pedagang keliling di lingkungan permukiman atau dekat sekolah.
Ilustrasi es gabus yang viral karena difitnah terbuah dari spons
Baca Juga: Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Baker Minimal Lulusan SMA/SMK Jurusan Tata Boga
Bahan pembuatan es gabus tergolong sangat sederhana. Tepung hunkwe menjadi bahan utama yang dicampur dengan santan, gula, air, serta sedikit garam. Beberapa penjual menambahkan vanili, perisa, atau sari buah untuk memperkaya aroma dan rasa.
Semua bahan tersebut dimasak hingga mengental, lalu dituangkan ke dalam loyang atau cetakan. Setelah itu, adonan didinginkan hingga benar-benar membeku di dalam freezer. Proses pembekuan inilah yang menghasilkan tekstur khas es gabus yang kenyal, ringan, dan berongga.
Berbeda dengan es krim berbahan susu yang creamy atau es lilin yang padat, es gabus memiliki pori-pori alami dari kombinasi tepung dan santan. Ketika digigit, es ini cepat meleleh di mulut dengan rasa manis ringan dan sedikit gurih, tanpa meninggalkan kesan berat.
Baca Juga: Lanti TKW Sukabumi Segera Pulang, Pemerintah China Siapkan Visa Usai Izin Dokter
Tidak ada catatan pasti mengenai daerah asal es gabus. Namun, jajanan ini mulai dikenal luas dan populer pada era 1980-1990-an, seiring maraknya jajanan es rumahan seperti es mambo, es lilin, dan es potong. Pada masa itu, es gabus menjadi primadona di kalangan anak-anak sekolah karena rasanya yang enak, tampilannya menarik, dan harganya sangat terjangkau.
Satu potong es gabus umumnya dijual dengan harga sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000. Dalam sebuah jurnal berjudul "Peningkatan Performa UMKM Es Gabus '90an Melalui Pendampingan Sertifikasi Halal', dijelaskan bahwa es gabus tradisional dibuat dari tepung hunkwe yang dipadukan dengan santan dan gula.
Sementara itu, proposal kewirausahaan tentang es gabus juga menyebutkan bahwa jajanan ini tergolong sehat karena hanya menggunakan bahan-bahan sederhana tanpa pengawet, serta disajikan dalam kondisi beku. Seiring perkembangan zaman, komposisi dasar es gabus sebenarnya tidak banyak berubah.
Baca Juga: Reza Arap Jalani Pemeriksaan Hingga Dini Hari Terkait Meninggalnya Lula Lahfah
Tepung hunkwe, santan, dan gula tetap menjadi bahan utama. Namun, inovasi mulai bermunculan, mulai dari penambahan varian rasa, penggunaan warna alami, hingga pengemasan yang lebih modern agar menarik minat generasi muda. Meski begitu, eksistensi es gabus kini semakin jarang ditemui dan lebih sering dijumpai di pasar tradisional atau dijual secara daring.
Meski es gabus terbukti aman, pengawasan tetap diperlukan agar anak terhindar dari jajanan dengan pewarna atau pemanis buatan berlebihan. Bagi banyak orang yang sudah mengetahui asal usul es gabus, es ini bukan sekadar kudapan dingin, melainkan potongan kecil kenangan masa kecil yang manis, sederhana, dan tak lekang oleh waktu.
Editor : Fitriansyah