Sukabumi Update

Jelang Ramadan, Curug Nangsi di Pajampangan Cocok Jadi Lokasi Papajar Bernuansa Alam

Lokasi yang cocok untuk papajar jelang ramadan di Curug Nangsi yang berlokasi di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com – Tradisi papajar atau munggahan menjelang bulan suci Ramadan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga maupun sahabat di tempat bernuansa alam. Di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, objek wisata air terjun dapat menjadi pilihan menarik, salah satunya Curug Nangsi di Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran.

Curug Nangsi yang juga dikenal dengan sebutan Curug Three In One pertama kali dibuka pada 2014 oleh para pemuda Kecamatan Waluran yang tergabung dalam komunitas lokal. Objek wisata alam tersebut sempat mengalami masa kejayaan dengan tingginya kunjungan wisatawan, namun kemudian vakum pada pertengahan 2015.

Salah satu pegiat wisata Desa Sukamukti, Mochamad Husni Aminudin, mengatakan Curug Nangsi memiliki potensi besar untuk kembali menjadi destinasi unggulan di wilayah Pajampangan.

Baca Juga: Beckham Putra Dipastikan Siap Tampil saat Persib Hadapi Ratchaburi FC di Leg Kedua ACL Two

“Curug Nangsi ini punya daya tarik luar biasa. Suasananya masih sangat asri, airnya jernih dan udaranya sejuk. Sangat cocok untuk kegiatan papajar jelang Ramadan,” ujar Husni kepada Sukabumiupdate.com, Senin (16/2/2026).

Curug Nangsi memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan sumber air yang berasal dari aliran Sungai Lebak Nangsi. Aliran tersebut juga mengairi dua air terjun lainnya, yakni Curug Cibenda dengan ketinggian sekitar 30 meter dan Curug Cikupa setinggi kurang lebih 25 meter. Karena berada dalam satu aliran sungai dan lokasinya berdekatan, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Curug Three In One.

Selain menikmati panorama air terjun, pengunjung juga dapat bermain air dan berenang. Kedalaman kolam utama di bawah Curug Nangsi mencapai sekitar lima meter saat debit air normal, sementara rata-rata kedalaman kolam di sekelilingnya sekitar dua meter.

Lokasi Curug Nangsi terbilang strategis karena tidak jauh dari Kantor Desa Sukamukti maupun jalan nasional, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat pedesaan. Namun demikian, akses menuju lokasi masih menjadi kendala.

Baca Juga: Tijjani Reijnders Tegaskan Manchester City Siap Saingi Arsenal dalam Perburuan Gelar Liga Inggris

“Kendalanya memang sekarang adalah akses jalan. Jalannya berupa aspal, namun sudah rusak berat,” ungkap Husni.

Dari area parkir mobil, pengunjung masih harus berjalan sekitar 200 meter menuju lokasi curug. Dari areal parkir, pengunjung juga dapat menggunakan kendaraan roda dua yang melintasi area persawahan hingga mendekati lokasi.

Meski demikian, perjalanan menuju curug akan terbayar dengan panorama alam yang tersaji. Hamparan pematang sawah berundak, udara segar, serta gemericik air terjun menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, masyarakat setempat juga menyediakan sajian kuliner khas seperti nasi liwet, ikan bakar, dan ayam kampung bakar yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Curug Nangsi di Desa Sukamukti diharapkan dapat kembali bangkit dan menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan Pajampangan, khususnya sebagai pilihan lokasi papajar menjelang Ramadan.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT