Sukabumi Update

Berburu Takjil di China Town Odeon, Kehangatan Ramadan di Kota Sukabumi

China Town Odeon kembali bergeliat saat Ramadan 2026 (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Suasana Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, tampak berbeda menjelang waktu berbuka puasa. Di kawasan China Town Odeon, deretan tenant UMKM berjajar rapi, aroma aneka jajanan menggoda penciuman, sementara lampion dan ornamen khas Tionghoa memperkuat nuansa kawasan. Ramadan tahun ini, berburu takjil di komplek China Town bukan sekadar soal kuliner, tetapi juga tentang hangatnya toleransi yang hidup di tengah masyarakat Kota Sukabumi.

Bazar Ramadan yang digelar di kawasan tersebut menjadi ruang temu lintas budaya. Meski mengusung konsep Chinese, seluruh sajian yang ditawarkan dipastikan halal. Manajer Operasional Bazar Ramadan China Town, Yudi Prasetya, menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan aspek tersebut sejak awal perencanaan.

“Konsepnya Chinese tapi halal kita tidak membuka atau menyediakan makanan non halal. Karena kami bekerjasama dengan UMKM lokal yang memang memiliki produk yang sudah teruji kehalalannya. Selain itu juga karena memang kita buka selesai pembangunan setelah menjelang puasa makanya kami membuka bazar Ramadan ini dengan tujuan mewadahi UMKM yang tidak memiliki outlet offline yang pada dasarnya jago di online nya,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (22/1/2026).

Baca Juga: Paket MBG Ramadan Hanya Dibagikan Senin - Kamis: Tak Ada Distribusi Waktu Sahur

Menurut Yudi, kehadiran bazar ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku UMKM yang selama ini lebih kuat di ranah digital. Ia menyebut, di ruang offline inilah para pelaku usaha bisa bertemu langsung dengan pembeli dan membangun kedekatan emosional.

“Di offline nya kita akan bantu seperti membuka bazar ini dan acara live music dan beberapa acara lain kita akan bikin,” katanya.

Saat ini, dari total 15 slot tenant yang disediakan, 10 UMKM sudah terisi dan beroperasi. Yudi optimistis dalam satu hingga dua hari ke depan seluruh tenant akan penuh.

Baca Juga: Perlu Penanganan Lanjutan, ODGJ di Desa Mandrajaya Sukabumi Ngamuk

“Kita baru terisi di sini 10. Totalnya kan 15. Tapi kemungkinan besok sudah mulai full. Karena beberapa outlet sudah mempersiapkan equipment dan main powernya. Jadi belum siap semua karena memang dadakan. Tapi kami bekerjasama dengan salah satu vendor. Dan mungkin di hari kedua dan ketiga udah full,” jelasnya.

Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari minuman segar, gorengan, hingga makanan berat khas street food. Meski demikian, Yudi menyebut daya tarik utama bukan hanya pada makanan, melainkan pada pengalaman suasana yang berbeda.

“Makanannya makanan sederhana sih seperti di street food lain. Cuma perbedaannya kami punya nuansa beda dibanding dengan tempat lain. Seperti halnya banyak lokasi-lokasi yang instagramable,” ucapnya.

Baca Juga: SPN Ungkap Rencana Audiensi Dengan Pemkab Sukabumi: Nasib THR 2.800 Buruh PT Muara Tunggal

Tak hanya berburu takjil, pengunjung juga dapat menikmati hiburan yang telah disiapkan panitia. Live music direncanakan hadir setiap akhir pekan, bahkan pertunjukan khusus akan digelar di pertengahan Ramadan.

“Live music mungkin kita akan adakan di setiap weekend dan saya akan rencanakan di pertengahan puasa akan ada pertunjukan lain,” kata Yudi.

Bazar Ramadan China Town mulai buka sekitar pukul 15.00 WIB hingga 21.00–22.00 WIB. Namun, pihak pengelola membuka kemungkinan memperpanjang jam operasional hingga waktu sahur.

Baca Juga: Spek Pikap India Calon Mobil Operasional Koperasi Desa Merah Putih dan Respon Industri Otomotif Nasional

“Cuma kemungkinan juga kita buka sampai sahur. Mudah-mudahan bisa melayani pengunjung karena dari tingkat penerangan, PJU kita cukup memadai. Dan kita punya fasilitas mushola, toilet udah ada. Mushola kita ready beserta dengan DKM nya,” tuturnya.

Di tengah keramaian itu, Nadia Putri (21), salah satu pemburu takjil yang datang bersama temannya, mengaku tertarik dengan konsep yang dihadirkan. Ia menilai keberadaan bazar Ramadan di kawasan China Town menjadi simbol toleransi yang nyata di Kota Sukabumi.

“Menurut aku ini unik banget, konsepnya Chinese tapi semua makanannya halal. Jadi nggak ada rasa khawatir. Justru di sini terasa banget suasana Ramadan tapi dengan nuansa budaya yang berbeda,” ujarnya.

Baca Juga: Camat Jampangtengah Klarifikasi Kondisi Ibu Ani, Pastikan Perhatian dan Penanganan

Nadia juga menambahkan jenis makanan yang disajikan oleh pelaku UMKM di China Town sangat menarik perhatian.

“menunya menarik, tadi saya coba beli dimsum mentai dan jajanan korean food,” tambahnya.

Ia merasa nyaman karena fasilitas yang tersedia cukup lengkap, termasuk mushola untuk beribadah sebelum berbuka. “Ini bukti kalau di Sukabumi toleransinya hangat. Kita bisa menikmati suasana budaya Tionghoa tapi tetap menjalankan ibadah dengan tenang. Rasanya adem aja lihatnya,” katanya.

Baca Juga: DP3A: Kematian NS di Jampangkulon Harus Dijawab dengan Fakta Objektif Hukum dan Medis

Keramaian pengunjung yang datang silih berganti menunjukkan antusiasme warga. Anak muda, keluarga, hingga komunitas tampak memadati area bazar. Lampu-lampu yang mulai menyala saat senja, alunan musik, serta tawa pengunjung menjadi potret Ramadan yang penuh warna.

Bazar Ramadan di China Town Odeon bukan hanya ruang ekonomi bagi UMKM, melainkan juga ruang sosial yang mempertemukan keberagaman. Di sudut Jalan Pajagalan itu, takjil dan toleransi hadir dalam satu harmoni menjadi wajah lain dari Kota Sukabumi yang rukun dan bersahabat.

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT