Sukabumi Update

15 Takjil Khas Ramadan di Indonesia yang Selalu Diburu Saat Berbuka Puasa

Kolak pisang, salah satu takjil yang selalu ada saat ramadan (Foto: iStock)

SUKABUMIUPDATE.com - Ramadan di Indonesia tidak hanya identik dengan tradisi berbuka puasa, tetapi juga dengan ragam takjil khas dari berbagai daerah. Berikut 15 takjil khas daerah yang selalu diburu saat waktu berbuka tiba.

1. Kolak Pisang – Berbagai Daerah

Kolak menjadi takjil paling populer di Indonesia saat Ramadan. Terbuat dari pisang atau ubi yang dimasak dengan santan dan gula aren, rasanya manis dan hangat di perut. Kandungan karbohidratnya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

2. Bubur Kanji Rumbi – Banda Aceh

Bubur khas Aceh ini memiliki cita rasa gurih karena menggunakan santan dan aneka rempah. Biasanya dimasak dalam jumlah besar dan dibagikan gratis di masjid saat Ramadan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan sedekah di bulan suci.

Baca Juga: Resep Martabak Tahu Pedas, Inspirasi Menu Takjil Praktis di Ramadan

3. Kicak – Yogyakarta

Kicak terbuat dari ketan tumbuk yang dicampur kelapa parut dan potongan nangka. Teksturnya legit dengan aroma harum yang khas. Takjil ini biasanya hanya mudah ditemukan di kawasan Kauman saat Ramadan.

4. Es Pisang Ijo – Makassar

Pisang yang dibalut adonan hijau berbahan tepung ini disajikan dengan bubur sumsum, sirup merah, dan es serut. Rasanya manis dan menyegarkan, cocok untuk melepas dahaga. Es pisang ijo menjadi ikon takjil khas Sulawesi Selatan.

5. Bubur Kampiun – Padang

Bubur kampiun terdiri dari campuran beberapa jenis bubur dalam satu mangkuk. Biasanya berisi bubur sumsum, ketan hitam, kolak pisang, dan candil. Rasanya kaya dan cukup mengenyangkan sebagai menu pembuka puasa.

6. Es Selendang Mayang – Jakarta

Takjil khas Betawi ini berbentuk kenyal seperti puding berlapis warna. Disajikan dengan santan dan gula merah cair yang manis. Sensasinya lembut dan segar saat dinikmati menjelang magrib.

Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-12: Meminta Kesucian Hati dan Perlindungan dari Ketakutan

7. Surabi Kinca – Bandung

Surabi tradisional yang dipanggang ini disajikan dengan kuah gula merah cair atau kinca. Teksturnya lembut dengan aroma khas dari tungku tanah liat. Rasanya manis-gurih dan cocok sebagai takjil ringan.

8. Bingka Barandam – Banjarmasin

Kue berbahan telur dan santan ini direndam dalam kuah gula manis. Teksturnya lembut dan legit dengan rasa yang kaya. Bingka barandam menjadi sajian khas Ramadan masyarakat Banjar.

9. Bongko Kopyor – Gresik

Takjil ini dibuat dari campuran santan, roti tawar, pisang, dan agar-agar. Semua bahan dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga harum. Rasanya manis dan teksturnya lembut di mulut.

10. Es Timun Suri – Jawa & Sumatra

Timun suri adalah buah musiman yang populer saat Ramadan. Kandungan airnya tinggi sehingga membantu menghidrasi tubuh setelah puasa. Biasanya disajikan dengan sirup manis atau madu dan es batu.

Baca Juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

11. Barongko – Makassar

Barongko terbuat dari pisang yang dihaluskan bersama santan dan telur. Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Rasanya manis alami dan teksturnya sangat lembut.

12. Lupis – Semarang dan sekitarnya

Lupis dibuat dari ketan yang dibungkus daun pisang lalu direbus. Penyajiannya dilengkapi kelapa parut dan gula merah cair. Rasanya manis dan sedikit gurih dengan tekstur kenyal.

13. Kue Asida – Ambon

Kue tradisional Maluku ini bercita rasa manis dengan aroma rempah seperti kayu manis dan cengkih. Teksturnya lembut menyerupai puding. Biasanya disajikan hangat saat berbuka.

14. Serabi Kuah – Solo

Serabi lembut khas Solo disajikan dengan kuah santan manis. Aromanya harum dengan rasa yang ringan. Takjil ini cocok sebagai camilan pembuka sebelum makanan utama.

15. Bubur Pedas – Pontianak

Berbeda dari kebanyakan takjil manis, bubur pedas memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah. Isinya terdiri dari beras tumbuk dan aneka sayuran. Meski gurih, hidangan ini tetap populer sebagai menu pembuka puasa di Kalimantan Barat.

Keberagaman takjil khas Ramadan di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner setiap daerah. Dari Aceh hingga Maluku, setiap wilayah memiliki sajian unik yang selalu dinantikan saat waktu berbuka tiba. Takjil bukan sekadar makanan pembuka, tetapi juga simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang menghidupkan suasana Ramadan.

Baca Juga: Sering Ada di Es Buah, Ini 7 Manfaat Rumput Laut untuk Tubuh Saat Puasa

Sumber: Berbagai Sumber 

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT