SUKABUMIUPDATE.com – Memasuki H+1 Lebaran 2026, kawasan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (22/3/2026) dipadati wisatawan. Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 22.990 orang.
Ketua Balawista Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto, mengungkapkan bahwa angka tersebut masih berada di bawah tingkat kunjungan pada H+1 libur Tahun Baru.
“Berdasarkan laporan dari para kepala pos penjagaan lifeguard, jumlah kunjungan hingga siang ini sekitar 22.990 orang, atau masih 43 persen di bawah kunjungan H+1 Tahun Baru,” ujarnya.
Baca Juga: H+1 Lebaran : Exit Tol Parungkuda Dialihkan, Jalur Cikidang Padat, Menuju Sukabumi Merayap
Meski demikian, Yanyan menegaskan bahwa tingkat kerawanan di seluruh objek wisata pantai masih tergolong tinggi. Selain faktor ombak dan arus laut yang cukup kuat, kondisi cuaca juga turut memengaruhi risiko keselamatan, baik bagi wisatawan maupun petugas di lapangan.
“Risiko tidak hanya dari ombak dan arus, tetapi juga kondisi cuaca yang berdampak pada kesehatan petugas dan wisatawan,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Balawista terus melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan memastikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dijalankan secara maksimal, serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Satpolairud, baik dari Polda Jawa Barat maupun Polres Sukabumi.
Baca Juga: Tim Gunungguruh Jawara Dulag, Daftar Pemenang Lomba Bedug Bupati Sukabumi Cup 2026
“Kami memaksimalkan koordinasi dengan Satpolairud dan memastikan SOP keselamatan dijalankan dengan baik, mengingat keterbatasan peralatan penyelamatan yang ada,” tambahnya.
Sejauh ini, belum ada kejadian menonjol di kawasan wisata pantai. Namun, Balawista mencatat satu insiden kecelakaan laut berupa wisatawan tenggelam di Pantai Istiqomah Citepus. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius bagi petugas untuk meningkatkan pengawasan di lapangan.
“Dengan adanya satu kasus tersebut, kami bersama Satpolairud yang berada di pos pengawasan Balawista berupaya memaksimalkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Yanyan.
Baca Juga: 309 Napi di Sukabumi Dapat Remisi Idul Fitri 1447 H, Mayoritas Kasus Narkotika
Selain itu, kondisi cuaca panas yang cukup ekstrem juga berdampak pada menurunnya intensitas patroli pantai (beach patrol). Sebagai langkah antisipasi, petugas akan menambah pemasangan bendera merah sebagai tanda larangan berenang, serta memasang spanduk peringatan di titik-titik rawan kecelakaan laut.
“Penambahan bendera merah dan spanduk larangan berenang akan dilakukan di area berisiko tinggi. Ini untuk meningkatkan kewaspadaan wisatawan,” pungkasnya.
Editor : Fitriansyah