SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan penurunan harga tiket masuk di objek wisata pemandian air panas Geyser Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terbukti menjadi daya tarik bagi wisatawan di libur Lebaran 2026. Hingga memasuki H+5 Lebaran, tercatat jumlah kunjungan menembus lebih dari 8.015 orang.
Destinasi wisata yang berada di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok ini masih ramai dikunjungi wisatawan, pada Kamis (26/3/2026), meskipun jumlahnya mulai mengalami penurunan dibandingkan puncak kunjungan pada H+3 Lebaran.
Petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang bertugas di lokasi, Feby, mengungkapkan bahwa tren kunjungan masih tergolong tinggi, dengan dominasi wisatawan domestik dari wilayah Bogor dan Sukabumi.
“Untuk H+5 hari ini alhamdulillah masih ramai, meski ada penurunan dibanding H+3. Mungkin puncaknya akan kembali terjadi saat akhir pekan,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (26/03/2026).
Baca Juga: Imbas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS, Letjen Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais
Menurutnya, jumlah kunjungan pada H+5 kurang lebih sekitar 1.000 wisatawan. Sementara itu, total pengunjung tercatat dari H+1 sampai H+5 sekitar 8.015 wisatawan nusantara dan 14 wisatawan mancanegara.
"Dengan adanya kebijakan penurunan tarif tiket masuk sebesar 50 persen, dari sebelumnya Rp12.000 menjadi Rp6.000 per orang.Itu dari tanggal 18 hingga 27 Maret 2026. Kebetulan kita berkolaborasi juga dengan Pokdarwis juga, dengan Lifeguard juga. Kita sediakan pusat informasi semaksimal mungkinlah kaitan kita preventifnya," terangnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wangunsari, Yusuf Supriadi, mengatakan bahwa dampak dari penurunan tarif sangat terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil di kawasan wisata.
“Alhamdulillah sejak tiket diturunkan, kunjungan meningkat dibanding Lebaran tahun lalu. Para pedagang juga merasa sangat terbantu karena banyak wisatawan yang jajan, sehingga perputaran uang di kawasan Geyser ini meningkat,” katanya.
Baca Juga: Dinas PU Sukabumi Mulai Betonisasi Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu, Target Rampung 4 Bulan
Ia menilai, kebijakan tarif murah justru memberikan efek berantai yang positif. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, sektor UMKM ikut terdorong dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
Meski terjadi lonjakan wisatawan, Yusuf memastikan bahwa hingga H+5 Lebaran tidak ada kejadian menonjol atau insiden serius di kawasan tersebut. Hal ini tidak lepas dari upaya preventif yang dilakukan secara intensif oleh pengelola, Pokdarwis, dan tim lifeguard.
Menurutnya, pengunjung secara rutin diberikan imbauan terkait keselamatan, terutama saat beraktivitas di area pemandian air panas. Salah satu yang ditekankan adalah durasi berendam yang tidak boleh terlalu lama.
“Kami terus mengingatkan agar pengunjung maksimal berendam selama 15 menit, kemudian istirahat dan minum air sebelum kembali mandi. Ini penting untuk menghindari dampak dari suhu air panas,” jelasnya.
Baca Juga: Geram Disebut ‘Wartawan Bodrex’ usai Tragedi Tenda Biru, Wartawan Sukabumi Siap Tempuh Jalur Hukum
Selain itu, kata Yusuf, pengunjung juga diimbau untuk menggunakan alas kaki guna menghindari risiko terkena air panas di titik-titik tertentu. Saat kondisi cuaca berubah, seperti hujan, wisatawan juga diminta segera menjauh dari area sungai untuk mengantisipasi potensi banjir.
Tidak hanya soal keselamatan, pengelola juga terus mengedukasi pengunjung terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata. Berbagai fasilitas seperti tempat sampah dan karung penampung sampah telah disediakan di sejumlah titik.
“Kami juga rutin melakukan pembersihan setiap sore, baik di area darat maupun di aliran sungai sekitar geyser. Meski masih ada pengunjung yang kurang sadar, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik,” tambah Yusuf.
Ke depan, pengelola dan masyarakat berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, terutama dalam hal perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata yang dinilai masih perlu perhatian.
Baca Juga: Iran Batasi Akses Selat Hormuz! Indonesia Tak Masuk Daftar, Harga BBM Terancam Naik?
Selain itu, mereka juga berharap kebijakan tarif tiket yang lebih terjangkau dapat dipertahankan. Menurut mereka, harga tiket yang murah terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
“Harapan kami tiket tetap di Rp6.000. Jangan hanya melihat dari sisi pendapatan tiket saja, tapi juga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. Dengan pengunjung yang banyak, justru manfaatnya lebih luas,” ungkap Yusuf.
Dari sisi keamanan barang bawaan, pengunjung juga diingatkan untuk lebih waspada. Pengelola menyediakan layanan penitipan barang dan mengimbau wisatawan agar tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan.
Sementara itu, dari unsur pengamanan, tim lifeguard disiagakan untuk memastikan keselamatan pengunjung. Salah satu petugas lifeguard, Abah Bajeng, menyebutkan bahwa pihaknya menerjunkan tiga personel dalam kondisi normal dan dapat ditambah menjadi empat orang saat momen libur panjang.
“Untuk pengamanan, kami menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat ramai seperti sekarang, biasanya ada tambahan personel untuk membantu pemantauan,” ujarnya.
Editor : Ikbal Juliansyah