Sukabumi Update

Mumpung Long Weekend, Yuk Kunjungi 5 Destinasi Wisata Jabar yang Sarat Cerita Legenda Ini

Destinasi wisata di Jawa Barat yang syarat dengan cerita legenda (Sumber : Gmaps/Fikri Maskuri)

SUKABUMIUPDATE.com - Jawa Barat tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan cerita legenda yang menyelimuti berbagai tempat wisatanya. Salah satu yang paling terkenal adalah Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri.

Banyak pihak percaya bahwa Gunung Padang menyimpan rahasia besar yang belum sepenuhnya terungkap. Hal ini membuat para peneliti dari berbagai negara tertarik untuk terus mengkaji situs yang bahkan disebut-sebut lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir.

Namun, pesona wisata berbalut legenda di Jawa Barat tidak berhenti di situ. Masih ada sejumlah tempat lain yang juga memiliki kisah unik yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita-cerita tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, selain panorama alamnya yang memikat.

Berikut lima destinasi wisata di Jawa Barat yang terkenal dengan kisah legendanya:

Baca Juga: Eksotisme Pantai Bugel Camara, Tiket Cuma 10 Ribu Pas Banget Buat Campervan Tepi Laut

1. Gunung Padang (Cianjur)

Disebut Piramida Tertua Di Dunia, Ini Patilasan Prabu Siliwangi di Gunung Padang Cianjur. Foto: YouTube/ESGE EnterntainmentDisebut Piramida Tertua Di Dunia, Ini Patilasan Prabu Siliwangi di Gunung Padang Cianjur. Foto: YouTube/ESGE Enterntainment

Situs Gunung Padang merupakan salah satu peninggalan megalitikum yang sangat mengagumkan. Terletak di Kabupaten Cianjur, tempat ini diyakini oleh sejumlah ahli sebagai salah satu situs tertua di dunia. Penemuannya sendiri sudah berlangsung sejak tahun 1891 dan hingga kini masih terus diteliti.

Pengunjung dapat melihat berbagai struktur batu yang merupakan sisa bangunan kuno. Menariknya, diduga masih banyak bagian situs yang tertimbun di bawah tanah dan belum tergali sepenuhnya.

Selain nilai sejarahnya, Gunung Padang juga lekat dengan cerita legenda. Konon, tempat ini pernah digunakan oleh Prabu Siliwangi sebagai lokasi bertapa dan melakukan meditasi.

Baca Juga: Tiket Cuma Rp 20 Ribu, Tempat Camping di Bogor Ini View Malamnya Cantik Banget

2. Gunung Tangkuban Parahu (Bandung Barat/Subang)

Ilustrasi Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki kisah legenda tidak pernah pudar yaitu SangkuriangIlustrasi Gunung Tangkuban Perahu yang memiliki kisah legenda tidak pernah pudar yaitu Sangkuriang

Gunung Tangkuban Parahu sangat identik dengan legenda Sangkuriang. Kisah ini menceritakan tentang seorang pemuda yang tanpa sadar jatuh cinta kepada ibunya sendiri, Dayang Sumbi.

Untuk menggagalkan niat Sangkuriang, Dayang Sumbi memberikan syarat yang hampir mustahil: membuat perahu dan danau dalam satu malam. Meski hampir berhasil, usahanya digagalkan dengan tipu daya yang membuatnya mengira hari sudah pagi.

Karena marah dan kecewa, Sangkuriang menendang perahu yang telah dibuatnya hingga terbalik, yang kemudian dipercaya menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Di luar legenda tersebut, gunung ini masih aktif dan memiliki beberapa kawah, seperti Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Upas. Kawah Ratu menjadi yang paling populer karena mudah diakses oleh wisatawan.

Baca Juga: Tempat Niis Baru di Pasir Datar Sukabumi, Sejuk dan Asri Bikin Betah

3. Situ Bagendit (Garut)

Situ Bagendit GarutSitu Bagendit Garut

Situ Bagendit adalah sebuah danau di Kabupaten Garut yang juga memiliki kisah legenda yang cukup terkenal. Selain sebagai objek wisata, danau ini juga berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar.

Legenda menyebutkan bahwa Situ Bagendit terbentuk akibat keserakahan seorang wanita kaya bernama Nyai Bagendit. Ia dikenal pelit dan tidak peduli terhadap orang miskin.

Suatu hari, seorang kakek meminta bantuan namun justru diusir dengan kasar. Sang kakek kemudian menancapkan tongkat ke tanah, yang tiba-tiba memancarkan air tanpa henti. Air tersebut akhirnya menenggelamkan wilayah tersebut, termasuk Nyai Bagendit dan seluruh hartanya.

4. Situ Cangkuang dan Kampung Pulo (Garut)

Situ Cangkuang adalah destinasi wisata yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati keindahan alam, mempelajari sejarah, dan bersantai bersama keluarga.Situ Cangkuang adalah destinasi wisata yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati keindahan alam, mempelajari sejarah, dan bersantai bersama keluarga.

Selain Situ Bagendit, Garut juga memiliki Situ Cangkuang yang tak kalah menarik. Di kawasan ini terdapat sebuah danau yang indah serta Candi Cangkuang, yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8.

Di area yang sama, terdapat Kampung Pulo, sebuah perkampungan adat yang sarat nilai sejarah. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat tinggal Eyang Embah Dalem Arief Muhammad, tokoh penyebar agama Islam di daerah tersebut.

Uniknya, keturunannya yang terdiri dari enam perempuan dan satu laki-laki masih mempertahankan tradisi untuk tetap tinggal di Kampung Pulo hingga sekarang.

Lokasi kampung ini berada tidak jauh dari Candi Cangkuang, sehingga wisatawan dapat menikmati beberapa objek wisata sekaligus dalam satu kunjungan.

Baca Juga: Tempat Niis Para Sepuh, Cerita Pantai Pulau Keris di Geopark Ciletuh Sukabumi

5. Gua Sunyaragi (Cirebon)

Komplek Wisata Gua Sunyaragi Cirebon. | Instagram/@goasunyaragi_officialKomplek Wisata Gua Sunyaragi Cirebon. | Instagram/@goasunyaragi_official

Gua Sunyaragi merupakan situs peninggalan Kesultanan Kasepuhan Cirebon yang dibangun sekitar abad ke-17 hingga 18. Tempat ini dulunya digunakan sebagai lokasi meditasi para sultan.

Nama “Sunyaragi” sendiri memiliki arti “sunyi raga”, yang menggambarkan fungsi tempat tersebut sebagai ruang untuk menyepi dan mendekatkan diri secara spiritual.

Di dalam kompleks gua, terdapat berbagai ruangan dengan fungsi dan makna tersendiri. Salah satunya dipercaya sebagai tempat para sultan bermeditasi hingga mencapai perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

Selain itu, ada juga ruang dengan langit-langit rendah yang melambangkan kerendahan hati. Beberapa bagian bangunan bahkan didesain menyerupai bentuk barongsai, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Tionghoa yang berkembang di Cirebon.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT