Sukabumi Update

Revitalisasi Palagan Bojongkokosan Sukabumi Disiapkan, Dispar Dorong Jadi Pusat Budaya & Wisata

Kadispar Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar saat ditemui di Museum Palagan Bojongkokosan. (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan pengembangan kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, untuk memperluas fungsinya dari sekadar museum sejarah menjadi pusat kebudayaan dan informasi wisata, Rabu (6/5/2026).

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa kawasan Palagan Bojongkokosan memiliki potensi besar yang melampaui sekadar tempat penyimpanan arsip perjuangan.

Menurutnya, nilai sejarah Bojongkokosan harus tetap dihormati sebagai fondasi utama. Namun, kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas kebudayaan dan informasi wisata, terutama untuk wilayah utara Sukabumi.

“Bojongkokosan tidak hanya sekadar menampilkan risalah sejarah perjuangan, tetapi bisa dipandang sebagai pusat pengembangan kebudayaan, termasuk juga pusat informasi wisata,” ujar Ali kepada sukabumiupdate.com, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: DPRD Kabupaten Sukabumi Dukung Wacana Revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan

Ali mengungkapkan beberapa poin utama dalam konsep pengembangan kawasan ini yang meliputi:

  • Pusat Kebudayaan: Menjadi ruang ekspresi dan pelestarian seni budaya lokal.
  • Pusat Informasi Wisata (TIC): Menjadi gerbang informasi destinasi wisata bagi turis dari Jakarta, Bogor, hingga mancanegara.
  • Digitalisasi Sejarah: Pengembangan konten sejarah berbasis digital agar lebih interaktif dan mudah diakses generasi muda.

Gerbang Wisata Koridor Utara Sukabumi

Rencana revitalisasi ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah yang memfokuskan pengembangan pariwisata di koridor utara. Jalur ini mencakup wilayah mulai dari Cicurug, Cidahu, hingga Sukalarang dan Sukaraja.

Ali menekankan bahwa sektor wisata tidak dapat dipisahkan dari unsur budaya dan sejarah. Pengembangan yang terintegrasi diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lebih banyak, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Ketika orang datang, akan ada aktivitas ekonomi seperti makan, minum, transportasi, dan akomodasi, sehingga masyarakat menerima dampaknya,” jelasnya.

Baca Juga: Putra Putri Nelayan Ujunggenteng 2026, Dispar Sukabumi Dukung Jadi Duta Wisata Pesisir

Mempertahankan Nilai Historis dengan Wajah Baru

Meski akan ada banyak penambahan fungsi dan daya tarik di area luar, Ali menegaskan bahwa identitas utama sebagai museum sejarah tetap menjadi prioritas.

“Fungsi sebagai museum tidak boleh hilang. Justru harus tetap dijaga sambil dikembangkan,” tegasnya.

Saat ini, pihak Dispar bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan, Komisi IV DPRD, serta pihak terkait lainnya tengah merumuskan dokumen perencanaan seperti master plan dan site plan. Penataan visual dan elemen tematik perjuangan di area luar museum juga disiapkan agar masyarakat yang melintas tertarik untuk berkunjung.

Terkait pembiayaan, pemerintah daerah masih mengkaji berbagai skema, mulai dari APBD hingga kerja sama operasional dengan pihak ketiga.

Ali kemudian berharap pengembangan kawasan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Harapannya, orang yang melintas tidak hanya sekadar lewat, tetapi tertarik untuk datang. Ujungnya adalah masyarakat sejahtera, lebih bahagia, dan pemerintah daerah bisa menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT