SUKABUMIUPDATE.com - Hamparan air luas dengan latar perbukitan hijau membuat Waduk Jatigede terlihat indah dan menenangkan. Banyak orang datang untuk menikmati panorama alam, berburu sunset, atau sekadar menikmati suasana sejuk di kawasan waduk terbesar di Jawa Barat tersebut.
Namun di balik keindahannya, Jatigede menyimpan cerita panjang yang tidak banyak diketahui wisatawan. Sebelum berubah menjadi genangan air raksasa, kawasan Waduk Jatigede dulunya merupakan wilayah permukiman yang dihuni ribuan warga.
Di tempat yang kini dipenuhi air, dahulu berdiri rumah-rumah, jalan desa, sawah, sekolah, hingga makam leluhur yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat selama bertahun-tahun.
Proses pembangunan waduk membuat banyak desa harus direlokasi dan meninggalkan kampung halaman mereka.
Baca Juga: Wisata Cipaniis Kuningan, Air Panas Alami dengan Suasana Sejuk Kaki Gunung Ciremai
Sejarah Waduk Jatigede
Mengutip dari laman SISEMAR, Waduk Jatigede merupakan salah satu proyek bendungan terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda.
Pada masa itu, pemerintah kolonial sempat merancang pembangunan tiga bendungan besar di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan Jatigede direncanakan menjadi bendungan utama dengan ukuran paling besar.
Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat sehingga proyek itu tidak dilanjutkan. Puluhan tahun kemudian, tepatnya sekitar era 1990-an, rencana pembangunan Waduk Jatigede kembali dibahas pemerintah.
Sebelum proses pembangunan dimulai, langkah awal yang dilakukan adalah relokasi warga yang tinggal di wilayah yang akan menjadi area genangan waduk. Kawasan yang terdampak mencakup puluhan desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede, dan Jatinunggal. Proses relokasi sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak awal 1980-an.
Baca Juga: Pesona Curugan Gunung Putri di Mukapayung, Wisata Alam yang Masih Asri
Pembangunan bendungan ini memakan waktu cukup lama, hingga akhirnya penggenangan waduk resmi dilakukan pada 31 Agustus 2015. Dengan kapasitas tampung mencapai hampir 1 miliar meter kubik air, Waduk Jatigede kini dikenal sebagai waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur.
Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kabupaten Sumedang. Selain menjadi proyek strategis nasional, pembangunan Jatigede juga menelan anggaran yang sangat besar hingga mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat.
Fungsi Waduk Jatigede
Seperti bendungan besar lainnya, Waduk Jatigede memiliki berbagai fungsi penting. Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai sumber irigasi bagi puluhan ribu hektare lahan pertanian di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka. Kehadiran waduk ini membantu menjaga pasokan air untuk area pertanian produktif di wilayah utara Jawa Barat.
Selain itu, Waduk Jatigede juga dipersiapkan untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas besar. Air dari waduk turut dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sekitar serta berfungsi mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Bukit Batu Nyongclo Lokasi Camping di Atas Bukit Punya View Cantik di Majalengka
Di luar fungsi teknis tersebut, Waduk Jatigede kini berkembang menjadi kawasan wisata alam. Hamparan air luas yang berpadu dengan bukit-bukit hijau menciptakan panorama yang indah, terutama saat pagi berkabut atau menjelang matahari terbenam.
Keindahan alam inilah yang kemudian dimanfaatkan warga sekitar sebagai destinasi wisata dan tempat rekreasi.
Dampak Sosial dan Cerita yang Tertinggal
Di balik megahnya pembangunan Waduk Jatigede, terdapat dampak sosial yang cukup besar bagi masyarakat. Ribuan warga harus meninggalkan kampung halaman mereka karena wilayah tempat tinggalnya masuk ke area genangan. Sawah, kebun, rumah, hingga berbagai fasilitas umum perlahan hilang di bawah permukaan air.
Tak hanya itu, pembangunan waduk juga menimbulkan kekhawatiran terkait hilangnya lahan hijau produktif serta tenggelamnya sejumlah situs budaya Sunda yang memiliki nilai sejarah tinggi. Beberapa situs bahkan disebut berkaitan dengan peninggalan masa kuno hingga era Kerajaan Pajajaran.
Baca Juga: Weekend Wajib ke Sini! Curug Cibeureum Sukamakmur Bisa Camping di Depan Air Terjun
Karena itu, Waduk Jatigede bukan hanya dikenal sebagai proyek infrastruktur besar, tetapi juga sebagai tempat yang menyimpan kisah panjang tentang perubahan sosial, relokasi warga, dan kenangan kampung-kampung yang kini berada di bawah genangan air.
Editor : Dede Imran