Sukabumi Update

Cara Leluhur Sunda Dulu Mengolah dan Menyimpan Daging Sebelum Ada Kulkas

Ilustrasi - Cara tradisional masyarakat Sunda dalam mengolah daging sebelum ada kulkas seperti sekarang (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Daging bagi sebagian banyak orang Sunda bukan makanan yang bisa dinikmati setiap hari. Karena itu, ketika ada momen besar seperti Idul Adha, suasana dapur menjadi begitu hidup.

Namun, orang Sunda sejak zaman dulu sudah paham cara mengolah daging. Meskipun dulu, belum ada kulkas atau lemari es sebagai tempat penyimpanan khusus daging seperti sekarang.

Pengolahan daging dilakukan dengan penuh perhatian dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar termasuk untuk mengawetkan daging. Dan tradisi tersebut sebagian bahkan masih bertahan sampai sekarang.

Baca Juga: Cara Membuat Daging Empuk dengan Pepaya, Cek Langkah-langkahnya!

Daging Dibuat “Kere”

Karena zaman dulu belum ada kulkas, orang Sunda punya cara alami untuk menjaga daging supaya tahan lebih lama. Biasanya sebagian dimasak langsung, sebagian lagi diolah supaya awet.

Pengawetan menggunakan teknik tradisional seperti pembuatan dendeng atau yang dalam bahasa Sunda disebut “kere” (marinasi rempah dan pengeringan)

Metode ini adalah cara andalan masyarakat Sunda untuk membuat daging tahan berbulan-bulan tanpa bahan pengawet dan tanpa perlu kulkas.

Dalam prosesnya daging sapi diiris tipis searah serat, dilumuri bumbu halus, dan dimarinasi. Bumbu yang digunakan umumnya campuran bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, kunyit, gula merah, dan air asam jawa.

Selanjutnya daging dijemur di bawah terik matahari hingga kadar airnya hilang dan daging disebut “Kere”. Daging yang sudah kering dapat disimpan di suhu ruang selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Rebusan Serai dan Jeruk Nipis Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Konsumsi Daging Kambing

Diolah Menjadi Gepuk

Empal gepuk adalah salah satu olahan daging paling khas Sunda. Dalam prosesnya daging direbus lama dengan campuran rempah-rempah. Setelah itu, daging dipukul-pukul supaya empuk, lalu digoreng.

Karena dimasak kering dan berbumbu kuat, gepuk bisa lebih tahan lama dibanding kuah santan.

Itulah cara tradisional masyarakat Sunda dalam mengolah daging sebelum ada kulkas seperti sekarang. Namun, meski sudah ada penyimpanan khusus seperti lemari es, cara tradisional tersebut masih digunakan sampai sekarang.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT