Sukabumi Update

Meriah! ICF 2026 Nusa Putra University Hadirkan Kuliner dan Budaya Lintas Negara di Sukabumi

Rektor Nusa Putra University Kurniawan berfoto bersama Dubes Zimbabwe dan peserta International Cultural Festival (ICF) 2026. (Sumber Foto: Dok. NPU)

SUKABUMIUPDATE.com — Nusa Putra University (NPU) melalui International Students Association (ISA) sukses menggelar festival budaya akbar bertajuk International Cultural Festival (ICF) 2026 yang digelar di Auditorium dan halaman Kampus Nusa Putra University, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026).

Panggung budaya ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk menampilkan identitas negara mereka masing-masing.

Ajang tahunan yang berlangsung meriah ini menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, kompetisi antarpelajar, hingga puluhan stan kuliner internasional yang memanjakan lidah pengunjung.

Selain melibatkan mahasiswa lokal dan asing, festival ini juga dihadiri oleh pelajar SMA/SMK sederajat serta tamu undanganf penting. Kehadiran perwakilan resmi dari Kedutaan Besar Zimbabwe bahkan turut menambah kental nuansa diplomasi budaya di dalam acara.

"Acara ini sangat bagus dan diinisiasi oleh mahasiswa internasional untuk membangun kebersamaan antara mahasiswa lokal dan internasional. Tentunya karena ini melibatkan berbagai negara, kegiatan ini akan memperkaya khazanah bagaimana kita berkolaborasi, bagaimana kita saling memahami antarbangsa," ujar Rektor Nusa Putra University, Kurniawan.

Baca Juga: Visitasi Kemenkes RI ke Universitas Nusa Putra, Fakultas Kedokteran di Sukabumi Kian Dekat Terwujud

Mengusung tema "Praktik Berkelanjutan dalam Budaya Lokal: Seni Tradisional dan Kesadaran Lingkungan–Bagaimana Budaya Membentuk Tanggung Jawab Sosial Masyarakat", ICF 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami hubungan antara budaya, keberlanjutan, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Festival ini juga menghadirkan SDGs High School Essay Competition dan Traditional Art Performance Competition yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah. Selain itu, puluhan stan kuliner dari berbagai negara turut memeriahkan acara dengan menyajikan makanan khas yang diperkenalkan langsung oleh mahasiswa internasional.

Menurut Kurniawan, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara menjadi modal penting dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan berwawasan global. "Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar memahami perbedaan budaya sebagai bagian dari proses menjadi warga dunia," katanya.

Sementara itu, Presiden International Students Association (ISA) Nusa Putra University, Danielle Osei, mengatakan festival tersebut lahir dari semangat mahasiswa internasional untuk menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu.

"Tujuan acara ini adalah mengumpulkan orang dari berbagai komunitas dalam satu tempat yang penuh persatuan. Kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa ketika orang-orang dari berbagai negara berkumpul, tidak ada konflik yang muncul. Yang ada justru saling memahami dan menghargai satu sama lain," ujarnya.

Menurut Danielle, Indonesia menjadi contoh nyata negara yang mampu merawat keberagaman budaya. Karena itu, mahasiswa internasional ingin memperkenalkan budaya negaranya masing-masing sekaligus merayakan semangat persatuan yang telah tumbuh di Indonesia.

"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya dari berbagai negara dapat hidup berdampingan dengan budaya Indonesia. Dari situlah persatuan dapat terwujud," pungkasnya. (*)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT