Sukabumi Update

D'Jogray Cafe, Kafe Berbasis Lingkungan di Sukabumi yang Kelola Sampah Secara Mandiri

D'Jogray Cafe, Kafe di Kota Sukabumi yang mengelola sampahnya secara mandiri. (Sumber: SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Di tengah menjamurnya kafe-kafe kekinian di Kota Sukabumi, D'Jogray Cafe hadir dengan konsep yang berbeda. Bukan sekadar menawarkan tempat bersantai dan menikmati kuliner, kafe yang berada di Jalan Cikaret, Kampung Jogray, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole itu mengusung misi pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah secara mandiri.

Kafe ini merupakan pengembangan dari program Bank Sampah Astrajingga yang digagas oleh Deri Maulana. Menurutnya, keberadaan D'Jogray Cafe menjadi bagian dari upaya menata lingkungan berbasis kearifan lokal yang diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang digerakkan oleh masyarakat.

"Untuk cafe ini sebetulnya menjadi bagian dari bank sampah juga karena kelanjutan dari bank sampah itu ke penataan lingkungan. Dari penataan lingkungan itu kita mempunyai konsep penataan lingkungan berbasis kearifan lokal. Ke depannya diharapkan akan menjadi suatu destinasi atau pariwisata yang digerakan oleh warga masyarakat juga," ujar Deri kepada sukabumiupdate.com di lokasi pada Sabtu (27/6/2026).

Dari gagasan tersebut lahirlah D'Jogray Cafe yang mengusung tema lingkungan dan budaya. Tak hanya tampak dari desain bangunannya yang didominasi material bambu dan kayu, konsep ramah lingkungan juga diterapkan dalam operasional sehari-hari.

Baca Juga: Dikira Pingsan, Penumpang Angkot 02 Ditemukan Meninggal di SPBU Cicurug

Seluruh limbah yang dihasilkan dari aktivitas kafe dikelola secara mandiri. Sampah organik maupun anorganik dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali melalui sistem yang terintegrasi dengan Bank Sampah Astrajingga. Dengan cara itu, hampir tidak ada sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Selain menggunakan bangunan yang mayoritas berbahan bambu dan kayu, kita juga mengelola limbah cafe secara mandiri mulai dari limbah organik dan anorganik. Dengan adanya bank sampah, tidak ada limbah yang terbuang, semuanya kita daur ulang dan kita manfaatkan kembali. Ini mungkin menjadi satu-satunya cafe di Kota Sukabumi yang mengelola sampahnya secara mandiri," jelasnya.

Potret Bank Sampah Astrajingga di Cikole, Kota Sukabumi.Potret Bank Sampah Astrajingga di Cikole, Kota Sukabumi.

Konsep lingkungan tersebut juga dipadukan dengan nuansa budaya Sunda melalui sajian kuliner tradisional. Pengunjung dapat menikmati menu seperti nasi liwet, karedok, dan sayur asem, sementara pilihan minuman terdiri dari kopi, aneka jus, serta minuman lainnya.

D'Jogray Cafe beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. Khusus hari Minggu, kafe dibuka lebih awal sejak pukul 07.00 WIB dengan menghadirkan menu sarapan khusus.

Baca Juga: Klarifikasi Pengurus Travel Pajampangan Soal Remaja Melahirkan Tanpa Suami di Tegalbuleud

Tak hanya menyasar penikmat kuliner, D'Jogray Cafe juga membidik segmen keluarga. Selain menyediakan suasana yang nyaman, pengunjung juga dapat memperoleh edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan.

Deri berharap konsep yang diterapkan D'Jogray Cafe dapat menginspirasi pelaku usaha kuliner lainnya di Kota Sukabumi untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.

"Dengan berdirinya cafe berbasis lingkungan dan kemandirian pengelolaan sampah ini kami berharap sebetulnya ini bisa menjadi contoh dan dapat ditiru oleh cafe-cafe lainnya di Kota Sukabumi agar mengurangi produksi sampah ke TPA," pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT