SUKABUMIUPDATE.com - Situ Sipatahunan merupakan salah satu danau buatan yang cukup bersejarah di Baleendah, Kabupaten Bandung. Danau ini kini mulai dikenal sebagai ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata.
Situ Sipatahunan lebih cocok untuk rekreasi ringan, olahraga, memancing, dan menikmati suasana danau yang berada tidak jauh dari kawasan perkotaan.
Salah satu hal yang membuat Situ Sipatahunan menarik adalah sejarahnya. Mengutip dari berbagai sumber, danau ini bukan danau alami, melainkan danau buatan yang diperkirakan sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.
Baca Juga: Hutan Damar Sukabumi, Lorong Hijau yang Menenangkan di Kaki Gunung Gede Pangrango
Awalnya, situ ini dibangun sebagai tampungan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk irigasi pertanian maupun kebutuhan rumah tangga.
Air di Situ Sipatahunan berasal dari mata air di perbukitan sebelah selatan kawasan tersebut. Seiring waktu, fungsi rekreasinya mulai berkembang sehingga muncul gagasan untuk menata kawasan ini menjadi destinasi wisata yang lebih representatif.
Danau ini memiliki permukaan air yang relatif tenang sehingga memberikan suasana damai. Banyak warga datang untuk sekadar duduk menikmati pemandangan atau melepas penat.
Meski berada di Baleendah, kawasan sekitar situ masih memiliki cukup banyak pepohonan yang membuat suasana terasa lebih teduh dibanding kawasan permukiman di sekitarnya.
Baca Juga: Situ Ciranca: Hidden Gem dengan Danau Jernih, Mata Air Alami, dan Wahana Air
Jalur di sekitar danau cukup sering dimanfaatkan warga untuk jogging, jalan santai, bersepeda, dan olahraga pagi. Karena itulah, pagi dan sore hari menjadi waktu yang paling ramai dikunjungi.
Selain itu, bagi para pemancing. Situ Sipatahunan juga dikenal sebagai lokasi favorit melempar kail. Pada waktu tertentu, pengunjung dapat menjumpai warga yang menghabiskan waktu memancing di tepian danau.
Editor : Dede Imran