SUKABUMIUPDATE.com - Kue khas Sunda memang sangat beragam, mulai dari kue basah yang manis dan gurih hingga camilan tradisional.
Beberapa yang paling terkenal seperti Surabi, Gemblong, Colenak, Awug, dan Dodol Garut termasuk Opak Jampang khas Sukabumi.
Bahan dasar dari kue-kue ini sering kali memakai tepung beras, ketan, singkong, dan gula merah. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar kue tradisional Sunda beserta penjelasan singkatnya.
Baca Juga: Mengenal 52 Istilah saat Musim Kemarau dalam Bahasa Sunda, Ada Halodo, Cinyusu hingga Hanaang
1. Ali Agrem
Kue berbentuk cincin yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Teksturnya kenyal di bagian dalam dan sedikit renyah di luar.
2. Awug (Dodongkal)
Kue kukus berbahan tepung beras, kelapa parut, dan gula merah yang dimasak menggunakan cetakan bambu.
3. Surabi
Kue berbahan tepung beras yang dimasak di atas tungku menggunakan cetakan tanah liat. Kini tersedia berbagai varian rasa, meski surabi tradisional hanya menggunakan gula merah atau oncom sebagai pelengkap.
4. Colenak
Olahan tape singkong bakar yang disiram saus gula merah dan kelapa parut. Nama colenak berasal dari singkatan "dicocol enak".
Baca Juga: 28 Kosakata Bahasa Sunda yang Unik dan Sulit Dicari Padanannya dalam Bahasa Indonesia
5. Ranginang
Kerupuk atau camilan yang dibuat dari nasi ketan yang dikeringkan lalu digoreng hingga mengembang.
6. Opak
Kue tipis dan renyah yang umumnya dibuat dari beras ketan atau singkong.
7. Wajit
Kue manis berbahan beras ketan, gula aren, dan kelapa. Wajit Garut menjadi salah satu yang paling terkenal.
8. Dodol Garut
Olahan dodol berbahan tepung ketan, santan, dan gula merah dengan tekstur kenyal.
9. Mochi Sukabumi
Kue kenyal berbahan tepung ketan yang umumnya berisi kacang tanah tumbuk manis.
10. Bandros
Kue yang dibuat dari tepung beras dan santan, dimasak menggunakan cetakan khusus hingga bagian luar renyah.
11. Pancong
Kue yang mirip bandros, tetapi memiliki variasi rasa sesuai daerah pembuatnya.
12. Putri Noong
Pisang yang dibungkus adonan tepung beras berwarna hijau, kemudian disajikan bersama kuah santan dan gula merah.
13. Bugis
Kue ketan berisi unti kelapa manis yang dibungkus daun pisang.
14. Nagasari
Kue kukus berbahan tepung beras dengan isian pisang.
15. Jojorong
Kue lembut berbahan tepung beras, santan, dan gula merah yang disajikan dalam takir daun pisang.
16. Cara
Kue kecil berbentuk bundar yang dibuat dari tepung beras dan santan.
17. Papais
Kue yang dibungkus daun pisang dengan berbagai varian, seperti papais pisang, papais ketan, atau papais sampeu.
18. Papais Monyong
Varian papais dengan bentuk memanjang dan ujung daun yang meruncing.
19. Kue Lapis Beras
Kue berlapis warna-warni berbahan tepung beras dan santan.
20. Ongol-Ongol
Kue kenyal berbahan tepung sagu atau tepung hunkwe yang dilumuri kelapa parut.
21. Koci
Kue ketan berisi kelapa manis yang dibungkus daun pisang.
22. Gemblong
Kue dari beras ketan yang dilapisi gula merah cair hingga mengilap.
23. Ulen
Olahan ketan kukus yang ditumbuk hingga kenyal, biasanya disajikan bersama serundeng atau sambal.
24. Angleng
Camilan manis berbahan dasar singkong atau tepung beras yang dibentuk bulat kecil dan dilapisi gula merah.
25. Comro
Makanan berbahan singkong parut dengan isian oncom pedas, kemudian digoreng.
26. Misro
Mirip comro, tetapi berisi gula merah sehingga rasanya manis.
27. Gemblong Singkong
Olahan singkong yang dibentuk bulat memanjang lalu dilapisi gula merah.
28. Katimus
Kue kukus berbahan singkong parut, kelapa, dan gula merah.
29. Colong
Kue tradisional berbahan tepung beras yang dibungkus daun pisang dan dikukus.
30. Burayot
Kue manis khas Garut dari tepung beras dan gula merah dengan bentuk berkerut unik.
Itulah berbagai kue tradisional Sunda yang menjadi kekayaan kuliner tatar Pasundan, sebagian masih mudah ditemukan namun sebagian lain sudah mulai sulit ditemukan.
Editor : Dede Imran