Sukabumi Update

Termasuk Opak Jampang khas Sukabumi, 30 Kue Tradisional Sunda Beberapa Sudah Sulit Ditemukan

Kue Gemblong slah satu kue tradisional Sunda yang menjadi kekayaan kuliner tatar Pasundan. | Foto: YouTube/atha naufal

SUKABUMIUPDATE.com - Kue khas Sunda memang sangat beragam, mulai dari kue basah yang manis dan gurih hingga camilan tradisional.

Beberapa yang paling terkenal seperti Surabi, Gemblong, Colenak, Awug, dan Dodol Garut termasuk Opak Jampang khas Sukabumi.

Bahan dasar dari kue-kue ini sering kali memakai tepung beras, ketan, singkong, dan gula merah. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar kue tradisional Sunda beserta penjelasan singkatnya.

Baca Juga: Mengenal 52 Istilah saat Musim Kemarau dalam Bahasa Sunda, Ada Halodo, Cinyusu hingga Hanaang

1. Ali Agrem

Kue berbentuk cincin yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Teksturnya kenyal di bagian dalam dan sedikit renyah di luar.

2. Awug (Dodongkal)

Kue kukus berbahan tepung beras, kelapa parut, dan gula merah yang dimasak menggunakan cetakan bambu.

3. Surabi

Kue berbahan tepung beras yang dimasak di atas tungku menggunakan cetakan tanah liat. Kini tersedia berbagai varian rasa, meski surabi tradisional hanya menggunakan gula merah atau oncom sebagai pelengkap.

4. Colenak

Olahan tape singkong bakar yang disiram saus gula merah dan kelapa parut. Nama colenak berasal dari singkatan "dicocol enak".

Baca Juga: 28 Kosakata Bahasa Sunda yang Unik dan Sulit Dicari Padanannya dalam Bahasa Indonesia

5. Ranginang

Kerupuk atau camilan yang dibuat dari nasi ketan yang dikeringkan lalu digoreng hingga mengembang.

6. Opak

Kue tipis dan renyah yang umumnya dibuat dari beras ketan atau singkong.

7. Wajit

Kue manis berbahan beras ketan, gula aren, dan kelapa. Wajit Garut menjadi salah satu yang paling terkenal.

8. Dodol Garut

Olahan dodol berbahan tepung ketan, santan, dan gula merah dengan tekstur kenyal.

9. Mochi Sukabumi

Kue kenyal berbahan tepung ketan yang umumnya berisi kacang tanah tumbuk manis.

10. Bandros

Kue yang dibuat dari tepung beras dan santan, dimasak menggunakan cetakan khusus hingga bagian luar renyah.

11. Pancong

Kue yang mirip bandros, tetapi memiliki variasi rasa sesuai daerah pembuatnya.

12. Putri Noong

Pisang yang dibungkus adonan tepung beras berwarna hijau, kemudian disajikan bersama kuah santan dan gula merah.

13. Bugis

Kue ketan berisi unti kelapa manis yang dibungkus daun pisang.

14. Nagasari

Kue kukus berbahan tepung beras dengan isian pisang.

15. Jojorong

Kue lembut berbahan tepung beras, santan, dan gula merah yang disajikan dalam takir daun pisang.

16. Cara

Kue kecil berbentuk bundar yang dibuat dari tepung beras dan santan.

17. Papais

Kue yang dibungkus daun pisang dengan berbagai varian, seperti papais pisang, papais ketan, atau papais sampeu.

18. Papais Monyong

Varian papais dengan bentuk memanjang dan ujung daun yang meruncing.

19. Kue Lapis Beras

Kue berlapis warna-warni berbahan tepung beras dan santan.

20. Ongol-Ongol

Kue kenyal berbahan tepung sagu atau tepung hunkwe yang dilumuri kelapa parut.

21. Koci

Kue ketan berisi kelapa manis yang dibungkus daun pisang.

22. Gemblong

Kue dari beras ketan yang dilapisi gula merah cair hingga mengilap.

23. Ulen

Olahan ketan kukus yang ditumbuk hingga kenyal, biasanya disajikan bersama serundeng atau sambal.

24. Angleng

Camilan manis berbahan dasar singkong atau tepung beras yang dibentuk bulat kecil dan dilapisi gula merah.

25. Comro

Makanan berbahan singkong parut dengan isian oncom pedas, kemudian digoreng.

26. Misro

Mirip comro, tetapi berisi gula merah sehingga rasanya manis.

27. Gemblong Singkong

Olahan singkong yang dibentuk bulat memanjang lalu dilapisi gula merah.

28. Katimus

Kue kukus berbahan singkong parut, kelapa, dan gula merah.

29. Colong

Kue tradisional berbahan tepung beras yang dibungkus daun pisang dan dikukus.

30. Burayot

Kue manis khas Garut dari tepung beras dan gula merah dengan bentuk berkerut unik.

Itulah berbagai kue tradisional Sunda yang menjadi kekayaan kuliner tatar Pasundan, sebagian masih mudah ditemukan namun sebagian lain sudah mulai sulit ditemukan.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT