SUKABUMIUPDATE.com - Perjalanan menggunakan kereta api biasanya identik dengan perjalanan yang nyaman sambil menikmati pemandangan dari balik jendela.
Namun, di Indonesia terdapat sejumlah jalur kereta api yang memiliki karakteristik berbeda karena harus melewati medan yang menantang, mulai dari lereng pegunungan, lembah, tikungan tajam, hingga jembatan dan terowongan yang dibangun di tengah kondisi geografis yang sulit.
Keberadaan jalur-jalur tersebut menjadi bukti bagaimana pembangunan perkeretaapian di Indonesia harus beradaptasi dengan bentang alam yang beragam.
Menariknya, sejumlah jalur tersebut masih digunakan hingga sekarang dan menjadi bagian penting dari jaringan kereta api nasional.
Lantas, jalur kereta api mana saja yang dikenal memiliki medan paling ekstrem di Indonesia? Berikut beberapa di antaranya dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: 7 Jalur Kereta Api Paling Indah di Indonesia, Salah Satunya Bogor Sukabumi Cianjur
1. Cibeber-Lampegan
Jalur yang dilintasi oleh Kereta Api Siliwangi rute Sukabumi-Cipatat ini memiliki kontur berkelok di atas pegunungan. Jalur ini memiliki tikungan yang sangat tajam dan sempit.
Menurut banyak sumber, bahkan laju kereta dibatasi sangat pelan, hingga dijuluki sebagai jalur dengan batas kecepatan abadi (taspat abadi).
Selain mengikuti kontur perbukitan, jalur ini juga memiliki salah satu terowongan terpanjang di Indonesia yaitu Terowongan Lampegan yang membelah sebuah bukit. Terowongan tersebut memiliki panjang sekitar 415 meter.
2. Jalur Padalarang-Purwakarta
Jalur yang berada di Daop 2 Bandung ini juga menjadi salah satu jalur paling ekstrem di Indonesia. Selain medan yang berkelok, di jalur ini terdapat terowongan Sasaksaat yang menjadi terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.
Baca Juga: 5 Kereta Api dengan Rute Terpendek di Indonesia, Pangrango Bogor-Sukabumi Urutan Pertama
Terowongan aktif terpanjang di Indonesia ini memiliki panjang 950 meter. Selain itu, rute ini juga memiliki jalur kereta api ekstrem terutama karena adanya dua jembatan panjang yakni jembatan Cikubang (300 meter) dan Cisomang (243 meter).
3. Cipatat-Tagog Apu
Cipatat-Tagog Apu sebenarnya merupakan jalur kereta api ekstrem non-gerigi yang sudah tidak beroperasi. Jalur tersebut menghubungkan dua stasiun dengan jarak 12 km.
Jalur ini memiliki banyak tikungan tajam serta jalur yang naik turun. Karena konturnya tersebut, tidak sedikit lokomotif yang tidak kuat menanjak hingga berakhir mogok.
4. Jalur Ciawi-Cicalengka
Jalur Ciawi- Cicalengka dianggap jalur kereta api ekstrem terutama karena tanjakan dan turunannya. Hal ini bermula dari dari Statsiun Ciawi yang akan membawa kereta menanjak dengan ketinggian 25 meter per kilometernya (permil) hingga Stasiun Cipeundeuy.
Dari Cipeundeuy, kereta melewati turunan curam hingga Stasiun Cibatu. Selanjutnya, kereta kembali menanjak menuju stasiun aktif tertinggi di Indonesia, Stasiun Nagreg dengan ketinggian +848 m.
Tidak lama, kereta kembali meluncur di turunan curam sampai Stasiun Cicalengka. Karena elevasinya tersebut, lintasan Nagreg pun kerap menjadi tempat uji coba lokomotif baru PT KAI.
5. Jambu-Bedono
Jalur Jambu-Bedono adalah salah satu jalur dengan rel bergerigi. Rel bergerigi ini merupakan satu-satunya yang masih aktif di Indonesia. Jalur Jambu-Bedono ini terkenal sebagai salah satu jalur kereta api ekstrem di Indonesia terutama karena memiliki tanjakan dengan sudut elevasi ekstrem.
Karena itu digunakan lokomotif uap dengan roda gigi yang berfungsi untuk mengait rel bergerigi di bawahnya agar kereta api dapat menanjak. Lokomotif juga perlu pindah ke belakang dengan posisi mendorong. Dengan begitu, kereta tidak akan mundur saat melewati tanjakan.
6. Jalur Malang-Blitar
Jalur ini menjadi ekstrem salah satunya karena memiliki jembatan panjang bernama Jembatan Lahor. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Blitar dan Malang dan kerap menjadi spot berburu foto kereta api.
Jalur ini juga memiliki elevasi yang hampir selalu naik turun antara 10-15 meter per kilometer panjang rel (permil). Selain itu, kamu juga akan melewati dua buah terowongan, yaitu Karangkates 1 dan 2 dengan panjang masing-masing 850 dan 450 meter.
7. Lawang-Bangil
Berada dalam kawasan Daop 8 Surabaya, Lawang-Bangil menjadi jalur kereta api ekstrem sebab membuat kereta harus menanjak dengan kemiringan 15-25 derajat (permil) dalam jarak 31 km. Dengan kata lain, kereta akan menanjak setinggi 15-25 meter setiap 1 km.
8. Dupak Magersari
Dupak Magersari, Surabaya merupakan pemukiman yang dilintasi oleh kereta api Stasiun Pasar Turi menuju Perak atau Gubeng dan Sidotopo. Kondisi jalur ini mungkin akan mengingatkanmu dengan jalur kereta api ekstrem yang ada di Thailand.
Pasalnya, selain bersebelahan dengan deretan rumah warga, sisi jalur kereta juga kerap dimanfaatkan sebagai pasar pagi dengan dagangan yang menempel di besi rel. Saat kereta hendak lewat, aktivitas berjualan akan berhenti sejenak lalu kembali berlanjut usai kereta melintas.
9. Indarung-Bukit Putus
Indarung-Bukit Putus merupakan jalur kereta api ekstrem yang membentang antara Stasiun Bukit Putus dan Indarung. Jalur yang ada di Sumatera Barat ini memiliki karakteristik mendaki sehingga menjadikannya jalur non-gerigi terekstrem yang masih aktif.
Itulah deretan jalur kereta api paling ekstrem yang ada di Indonesia dan banyak yang masih aktif hingga sekarang.
Editor : Dede Imran