Sukabumi Update

Jangan Disepelekan! Kebiasaan Ini Bisa Membuat Makanan Cepat Basi

Ilustrasi cara menyimpan makanan (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Makanan yang baru dimasak tentu terasa lebih nikmat ketika masih segar. Namun, cara menyimpan dan memperlakukan makanan setelah dimasak ternyata sangat berpengaruh terhadap daya tahannya.

Kebiasaan seperti membiarkan makanan terlalu lama di meja, memasukkan makanan ke wadah yang terlalu besar, atau mengatur suhu kulkas terlalu tinggi dapat membuat makanan lebih cepat mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa bakteri berbahaya tidak selalu mengubah bau, rasa, atau tampilan makanan. Agar makanan tidak cepat basi dan tetap aman dikonsumsi, berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

1. Mencicipi Makanan Langsung dengan Tangan

Kebiasaan mencicipi makanan menggunakan jari mungkin terlihat sepele, tetapi tangan yang tidak benar-benar bersih dapat memindahkan kuman ke makanan. Apalagi jika makanan tersebut akan disimpan kembali dan dikonsumsi beberapa jam kemudian.

Sebaiknya gunakan sendok bersih setiap kali ingin mencicipi makanan. Hindari pula menggunakan sendok yang sudah masuk ke mulut untuk kembali mengambil makanan dari panci atau wadah.

Baca Juga: Mual hingga Diare, Kenali Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai

2. Mengolah Makanan dengan Cara yang Kurang Tepat

Cara memasak juga berpengaruh terhadap keamanan dan daya simpan makanan. Makanan tertentu, terutama daging, unggas, telur, dan makanan laut, perlu dimasak hingga mencapai suhu yang aman untuk membantu membunuh bakteri berbahaya.

Mengolah makanan dengan suhu yang tidak cukup atau tidak merata dapat membuat sebagian mikroorganisme tetap bertahan. Karena itu, pastikan makanan matang secara menyeluruh dan gunakan peralatan yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang.

3. Membiarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Setelah makanan matang, jangan membiarkannya terlalu lama di meja makan. Bakteri dapat berkembang cepat pada kisaran suhu sekitar 4–60 derajat Celsius.

USDA dan FDA menyarankan makanan yang mudah rusak segera didinginkan dalam waktu maksimal dua jam. Jika suhu lingkungan lebih dari sekitar 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.

4. Menyimpan Makanan Panas dalam Wadah Besar yang Kedap Udara

Makanan yang baru matang sebaiknya tidak langsung dimasukkan dalam jumlah besar ke satu wadah tertutup rapat. Kondisi ini dapat membuat panas terperangkap sehingga bagian tengah makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu dingin.

Lebih baik bagi makanan dalam beberapa wadah dangkal atau porsi kecil sebelum dimasukkan ke kulkas. Makanan panas sebenarnya boleh langsung dimasukkan ke dalam kulkas, asalkan jumlahnya tidak terlalu besar dan wadahnya memungkinkan makanan cepat dingin.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Tidak Kuat Menghadapi Cuaca Panas yang Sering Diabaikan

5. Menggunakan Alat yang Sama untuk Makanan Mentah dan Matang

Menggunakan talenan, pisau, atau sendok yang sama untuk bahan mentah dan makanan matang tanpa dicuci terlebih dahulu dapat menyebabkan kontaminasi silang.

Misalnya, pisau yang digunakan untuk memotong ayam mentah kemudian dipakai untuk memotong makanan matang. Bakteri dari bahan mentah dapat berpindah ke makanan yang siap dimakan. Karena itu, gunakan peralatan yang bersih untuk makanan matang dan cuci peralatan setelah bersentuhan dengan bahan mentah.

6. Memasukkan Makanan ke Kulkas dalam Jumlah Terlalu Banyak

Kulkas yang terlalu penuh dapat menghambat sirkulasi udara dingin. Akibatnya, makanan tidak cepat mencapai suhu penyimpanan yang aman.

Selain membagi makanan menjadi beberapa wadah, beri ruang di dalam kulkas agar udara dingin dapat bersirkulasi dengan baik. Suhu kulkas juga sebaiknya dipertahankan pada 4 derajat Celsius atau lebih rendah.

7. Menyimpan Sisa Makanan Terlalu Lama

Makanan yang sudah disimpan di kulkas bukan berarti bisa bertahan selamanya. Makanan matang yang disimpan sebagai leftovers dikonsumsi dalam waktu sekitar tiga sampai empat hari.

Jika sudah melewati waktu tersebut, jangan hanya mengandalkan bau atau perubahan tampilan untuk menentukan keamanannya karena bakteri penyebab penyakit tidak selalu mengubah rasa, aroma, atau penampilan makanan.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Rombak Skuad Timnas Brasil Usai Piala Dunia 2026, Alisson dan Neymar Absen

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT