Sukabumi Update

Pantai Palabuhanratu Sukabumi Ramai di Akhir Pekan, Wisatawan Diimbau Waspadai Gelombang Laut

Kondisi Pantai Istiqomah, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ramai dikunjungi wisatawan saat libur akhir pekan, Sabtu (10/10/2026). (Sumber: SU/Ilyas Supendi)

SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah pantai di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi tujuan wisatawan untuk menghabiskan libur akhir pekan. Meski kondisi ombak terpantau relatif normal, pengunjung diimbau tetap waspada saat beraktivitas di tepi laut karena gelombang bisa berubah sewaktu-waktu.

Pantauan sukabumiupdate.com pada Sabtu (10/10/2026), aktivitas wisatawan terlihat di sejumlah lokasi, mulai dari Pantai Istana Presiden, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus, hingga Pantai Istiqomah. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi kantong parkir di kawasan wisata tersebut.

Di Pantai Istiqomah, pengunjung terlihat menikmati suasana liburan bersama keluarga maupun rekan. Beragam aktivitas dilakukan, mulai dari bermain pasir dan bola hingga bermain air di tepi pantai.

Meski suasana pantai ramai dan kondisi ombak relatif normal, wisatawan tetap diminta memperhatikan kondisi laut serta mematuhi batas aman yang telah ditentukan petugas.

Baca Juga: Kasus 13 Mobil APV PT RMK Sukabumi Naik Penyidikan, Enam Ambulans Disita Polda Jabar

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, mengingatkan pengunjung agar tidak bermain air di kawasan yang ditandai dengan bendera merah. Penanda tersebut merupakan peringatan yang harus dipatuhi demi keselamatan wisatawan.

“Liburan boleh, namun perlu kehati-hatian. Kami imbau kepada wisatawan agar berhati-hati saat bermain di area pantai, jangan sampai bermain di area yang sudah ditandai bendera merah,” kata Dadi kepada sukabumiupdate.com.

Dadi mengatakan, kondisi ombak saat ini relatif normal. Namun, wisatawan tidak boleh menganggap kondisi tersebut akan terus bertahan karena gelombang laut dapat berubah dalam waktu singkat.

“Kondisi ombak saat ini relatif normal, namun harus hati-hati karena gelombang itu sulit diprediksi. Kadang pagi sampai siang normal, tapi sorenya besar,” ujarnya.

Ia juga meminta wisatawan untuk memperhatikan situasi di sekitar pantai dan mengikuti arahan petugas yang berjaga. Pengunjung yang membawa anak-anak diimbau mengawasi mereka secara ketat selama beraktivitas di tepi laut.

Baca Juga: Wabup Sukabumi Dampingi Wamen BKKBN Tinjau Kolaborasi Penanganan Stunting di Kadudampit

Sementara itu, Dasep (29), wisatawan asal Cisaat, mengaku sengaja datang ke Pantai Istiqomah Palabuhanratu bersama empat rekannya untuk menikmati libur akhir pekan.

“Lumayan ramai pengunjung, apalagi sekarang akhir pekan, jadi banyak yang liburan. Sengaja datang ke Palabuhanratu sama teman-teman kerja, ke sini lima orang,” ujar Dasep.

Dasep mengaku mengetahui insiden seorang wisatawan yang terseret ombak hingga dilaporkan hilang di Pantai Istiqomah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat baginya dan rekan-rekannya untuk lebih berhati-hati saat bermain air.

“Iya, dengar juga kemarin ada yang terseret ombak sampai hilang, ya, dan sudah ditemukan juga oleh tim SAR gabungan. Saya juga tadi ngingetin ke teman agar hati-hati, jangan terlalu ke tengah,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya, seorang pelajar asal Kecamatan Nagrak, Doa Khairul Ikhsan (16), dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah beberapa hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) pagi. Jasad korban ditemukan mengapung dalam posisi telungkup di perairan PLTU Palabuhanratu, sekitar 2,6 mil laut dari titik awal kejadian.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan agar tidak mengabaikan peringatan keselamatan, terutama saat bermain air di kawasan pantai selatan Sukabumi.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT