Sukabumi Update

Kemarau Bikin Kunjungan Geyser Cipanas di Sukabumi Turun? Semburan Air Justru Makin Bagus

Kondisi semburan air panas di Geyser Cipanas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/10/2026). | Foto: SU/Ilyas Supendi

SUKABUMIUPDATE.com - Kunjungan wisatawan ke objek wisata Geyser Cipanas di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca yang cenderung panas selama musim kemarau diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.

Meski demikian, fenomena alam berupa semburan air panas di Geyser Cipanas justru menunjukkan kondisi yang semakin bagus. Bahkan, semburan air disebut muncul dari beberapa titik.

Petugas Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi yang bertugas di Geyser Cipanas, Feby, mengatakan musim kemarau memang berdampak terhadap debit air di kawasan wisata tersebut. Namun, kondisi itu tidak membuat semburan air panasnya melemah.

“Kalau untuk kaitan kunjungan sih pasti ya, dengan kondisi kemarau. Kalau berbicara debit airnya memang kecil, tapi kalau semburan geyser-nya semakin bagus,” kata dia saat ditemui sukabumiupdate.com Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga: Mengenal Thermus Javaensis, Bakteri Spesies Baru yang Ditemukan di Geyser Cisolok Sukabumi

Menurutnya, penurunan kunjungan terlihat dalam beberapa waktu terakhir, termasuk saat akhir pekan. Meski biasanya jumlah wisatawan pada Sabtu dan Minggu terbilang cukup ramai, kondisi kunjungan belakangan ini cenderung berkurang.

Namun, Feby belum dapat memastikan jumlah pasti wisatawan yang berkunjung pada akhir pekan. Data kunjungan masih perlu dihitung hingga Minggu sore.

“Kalau kunjungan untuk saat ini, kita belum terpantau ya sampai sore. Paling kita kalkulasikan sampai hari Minggu,” ujarnya.

Di tengah penurunan kunjungan ini, daya tarik utama Geyser Cipanas justru memperlihatkan kondisi yang menarik. Feby menyebut semburan air panas semakin bagus dan muncul di beberapa titik.

“Kalau dilihat dari debitnya memang pasti kecil, panas air, dan sungainya. Tapi kalau dari semburan geysernya, semakin bagus,” ungkap dia.

Di sisi lain, wisatawan yang berkunjung ke Geyser Cipanas diimbau tetap memerhatikan kondisi tubuh, terutama saat cuaca panas. Pengunjung yang berendam di air panas diminta mencukupi kebutuhan cairan untuk mengantisipasi dehidrasi.

Feby mengatakan petugas bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat secara berkala mengingatkan pengunjung agar menjaga kondisi tubuh selama menikmati wisata air panas.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada wisatawan lanjut usia yang dinilai perlu lebih memerhatikan kondisi fisik ketika berendam di air panas.

Ia menambahkan, paparan cuaca panas yang disertai aktivitas berendam di air panas perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Pengunjung juga diminta tidak memaksakan diri apabila mulai merasa tidak nyaman saat berendam.

“Kita sih yang paling diutamakan dengan kondisi cuaca panas kayak gini, diharuskan banyak minum air putih. Kalau berendam itu banyak minum air putih, 15 menit kalau takut dehidrasi,” kata Feby.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT