SUKABUMIUPDATE.com - Sanghyang Lawang merupakan kawasan bentang alam karst yang ada di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Tempat ini menarik untuk dikenal karena formasi batuan kapurnya, keberadaan lubang atau gua alami, serta karakter perbukitan yang terbentuk melalui proses geologi dalam waktu sangat panjang.
Sanghyang Lawang lebih dikenal sebagai kawasan alam yang memiliki karakter eksplorasi. Lokasinya berada di lingkungan karst Citatah Rajamandala, kawasan yang menyimpan berbagai bentang alam batu kapur dan objek geologi menarik.
Baca Juga: Kabar Baik! Tiket Masuk Ancol Gratis sampai Akhir Oktober 2026, Cek Cara Pesannya
Hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa Sanghyang Lawang di Citatah, Cipatat, tidak sama dengan lokasi bernama Sanghyang Lawang di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor.
Keduanya berada di Kabupaten Bandung Barat, tetapi merupakan lokasi yang berbeda.
Asal-usul nama Sanghyang Lawang
Nama Sanghyang Lawang memiliki makna yang menarik jika ditinjau dari bahasa Sunda dan kepercayaan lokal.
Sanghyang dapat merujuk pada sesuatu yang dianggap suci atau berkaitan dengan sosok ilahi, sedangkan Lawang berarti pintu atau lubang.
Dengan demikian, nama Sanghyang Lawang dapat dimaknai sebagai pintu atau lubang yang memiliki kesan sakral.
Penamaan ini juga berkaitan dengan karakter kawasan yang memiliki banyak lubang gua pada bentang alam batu kapurnya.
Baca Juga: 6 Bulan Putus, Warga Jampangtengah Sukabumi Swadaya Bangun Jembatan Kayu
Daya Tarik Sanghyang Lawang
Sanghyang Lawang berada di lingkungan perbukitan karst yang terbentuk dari batuan mudah larut, terutama batu kapur. Pelarutan oleh air selama waktu geologis panjang dapat menghasilkan tebing, cekungan, rekahan, hingga rongga bawah tanah.
Keberadaan rongga batuan menjadi salah satu ciri yang berkaitan dengan nama Sanghyang Lawang. Bentuk gua dan rekahan karst juga menarik untuk dipelajari dari sisi geologi.
Lingkungan perbukitan di kawasan Sanghyang juga menawarkan sudut pandang terhadap bentang alam Bandung Barat. Karakter medan yang berbatu dan berbukit membuatnya menarik bagi penggemar fotografi alam serta penjelajahan luar ruang.
Salah satu aspek paling menarik dari Sanghyang Lawang adalah sejarah pembentukan batuannya yang berlangsung jutaan tahun.
Penelitian Sigit Maryanto dari Pusat Survei Geologi yang diterbitkan dalam Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral pada 2012 membahas batu gamping Formasi Rajamandala yang tersingkap di lintasan Sanghyang, Bandung Barat.
Formasi ini berumur Oligosen–Miosen, yakni terbentuk puluhan juta tahun lalu. Penelitian tersebut menguraikan ketebalan batuan yang terukur mencapai sekitar 180 meter pada penampang yang diteliti.
Lokasi Sanghyang Lawang
Sanghyang Lawang berada di wilayah Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kawasan ini termasuk lingkungan perbukitan karst yang juga dikenal melalui berbagai objek wisata dan geologi, seperti Stone Garden, Goa Pawon, Sanghyang Poek, dan Sanghyang Tikoro.
Untuk menuju kawasan Sanghyang Lawang, perjalanan dapat diarahkan ke Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kemudian dilanjutkan mengikuti petunjuk menuju titik tujuan.
Perjalanan melewati kawasan perbukitan Sanghyang memiliki tanjakan dan beberapa ruas jalan berbatu.
Editor : Dede Imran