SUKABUMIUPDATE.com - Musim hujan identik dengan udara dingin, rintik hujan, dan suasana yang membuat banyak orang ingin menikmati minuman hangat. Selain teh atau kopi, Indonesia memiliki beragam minuman tradisional yang cocok disajikan ketika cuaca sedang dingin.
Minuman tradisional tersebut umumnya menggunakan bahan-bahan alami seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, gula aren, hingga santan. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang membuat tubuh terasa lebih nyaman saat menikmati udara dingin.
Tidak hanya memiliki rasa yang beragam, beberapa minuman tradisional juga mudah dibuat sendiri di rumah. Berikut sejumlah pilihan minuman tradisional yang cocok dinikmati saat musim hujan.
1. Wedang Jahe
Wedang jahe menjadi salah satu minuman tradisional yang populer untuk menemani cuaca dingin. Minuman ini dibuat dari jahe yang direbus bersama air hingga menghasilkan aroma dan rasa pedas yang khas.
Untuk menambah cita rasa, wedang jahe dapat dicampur dengan gula merah, madu, atau serai. Sensasi hangat dari jahe membuat minuman ini cocok dinikmati ketika hujan turun.
Baca Juga: 7 Makanan yang Mengandung Magnesium untuk Membantu Menjaga Fungsi Otot
2. Bandrek
Bandrek merupakan minuman tradisional khas Sunda yang dikenal dengan cita rasa rempahnya. Bahan utamanya adalah jahe dan gula aren, yang biasanya dipadukan dengan serai, kayu manis, cengkeh, serta sedikit garam.
Perpaduan rempah tersebut menghasilkan rasa manis dan pedas yang khas. Bandrek sering disajikan dalam keadaan hangat sehingga cocok dinikmati ketika udara terasa dingin.
3. Bajigur
Selain bandrek, masyarakat Sunda juga mengenal bajigur sebagai minuman tradisional yang cocok dinikmati saat musim hujan.
Bajigur umumnya dibuat dari santan, gula aren, dan sedikit garam. Beberapa resep menambahkan jahe, daun pandan, atau kayu manis untuk memperkaya aroma.
Berbeda dengan bandrek yang memiliki rasa rempah lebih kuat, bajigur mempunyai cita rasa gurih dan manis karena menggunakan santan. Minuman ini juga sering disajikan bersama makanan ringan seperti ubi rebus, singkong, atau kacang rebus.
4. Sekoteng
Sekoteng merupakan minuman tradisional yang populer di sejumlah daerah, khususnya Jawa Tengah. Minuman ini memiliki kuah jahe hangat dengan berbagai isian yang membuatnya terasa lebih mengenyangkan.
Isiannya dapat berupa kacang tanah sangrai, potongan roti tawar, pacar cina, dan kolang-kaling. Ada pula variasi sekoteng yang menggunakan tambahan kacang hijau atau bahan lainnya.
5. Wedang Ronde
Wedang ronde merupakan minuman tradisional yang dikenal dengan bola-bola ketan berisi kacang tanah tumbuk. Bola ketan tersebut disajikan dalam kuah jahe yang memiliki rasa manis dan sedikit pedas.
Selain ronde, minuman ini biasanya dilengkapi dengan kolang-kaling, kacang tanah, dan potongan roti tawar, tergantung resep yang digunakan.
Baca Juga: Fenerbahce Bungkam Liverpool 3-2 di Liga Champions, The Reds Turun ke Peringkat 8
6. Wedang Uwuh
Wedang uwuh berasal dari Yogyakarta dan dikenal sebagai minuman tradisional berbahan aneka rempah. Nama uwuh dalam bahasa Jawa berarti sampah, merujuk pada tampilan bahan-bahan rempah yang mengambang dan bercampur di dalam minuman.
Bahan yang digunakan biasanya meliputi jahe, kayu secang, daun cengkeh, cengkeh, kayu manis, dan daun pala. Kayu secang memberikan warna merah alami pada minuman ini.
7. Beras Kencur
Beras kencur merupakan minuman tradisional yang memiliki rasa khas dari perpaduan beras, kencur, gula merah, dan asam jawa. Berbeda dengan beberapa minuman rempah lainnya, beras kencur biasanya disajikan dalam keadaan dingin maupun suhu ruang.
Namun, minuman ini juga bisa dinikmati dalam keadaan hangat sesuai selera. Aroma kencur yang khas memberikan karakter tersendiri pada minuman tradisional ini.
8. Teh Serai
Teh serai merupakan minuman sederhana yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur. Minuman ini dibuat dengan merebus batang serai bersama air hingga aromanya keluar.
Untuk memberikan rasa lebih nikmat, teh serai dapat ditambahkan madu, jahe, atau perasan jeruk nipis. Aroma serai yang segar berpadu dengan sensasi hangat dari minuman membuatnya cocok dinikmati ketika cuaca dingin.
Beragam minuman tradisional Indonesia dapat menjadi pilihan untuk menemani suasana musim hujan. Mulai dari wedang jahe, bandrek, bajigur, hingga wedang uwuh, setiap minuman memiliki bahan, aroma, dan cita rasa yang berbeda.
Selain dapat dibuat sendiri di rumah, minuman-minuman tersebut juga memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa minuman hangat bukan pengganti pengobatan apabila seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Baca Juga: Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Jokowi Siap Tunjukkan Ijazahnya dari SD hingga S1
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani