SUKABUMIUPDATE.com - Data dinas kesehatan mencatat, angka Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Sukabumi hingga akhir tahun 2025 mencapai 370.334 jiwa atau 99,23 persen dari total jumlah penduduk (373.189). Dengan angka ini Kota Sukabumi menjadi satu dari 397 kabupaten/kota di Indonesia yang meraih penghargaan UHC 2026
Penghargaan dari BPJS Kesehatan ini ini diterima oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama jajaran Dinas Kesehatan. Dalam forum Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage (UHC) serta Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah tahun 2026 di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 27 Januari 2026 dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah atas dukungan penuh terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga saat ini, cakupan kepesertaan JKN se Indonesia mencapai 98,62 persen atau sekitar 282,7 juta jiwa. Dimana 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota di Indonesia telah meraih status Universal Health Coverage.
Baca Juga: Tak Enak Dipandang, Pantai Ujunggenteng Dipenuhi Sampah Usai Dihantam Banjir Rob
Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan percepatan UHC tercepat di dunia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini berdampak langsung pada penurunan beban biaya kesehatan masyarakat serta menjadi pondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam forum itu menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas komitmen negara dalam menghadirkan layanan kesehatan tanpa hambatan melalui JKN. Menurut Cak Imin program ini menjadi instrumen penting dalam melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari risiko kesehatan dan tekanan finansial.
“Dengan capaian kepesertaan sebesar 98,6 persen pada 2025, pemerintah menargetkan peningkatan berkelanjutan hingga 2029,” ujarnya dikutip dari .
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Teken Dua MoU Strategis di Momen Dies Natalis UI ke-76
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan UHC harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan, sehingga Universal Health Coverage sejalan dengan Universal Access dan kesehatan benar-benar menjadi investasi bangsa bagi kesejahteraan rakyat.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyampaikan Kota Sukabumi meraih Penghargaan UHC 2026 Kategori Pratama. Capaian tersebut ditandai dengan tingkat kepesertaan JKN sebesar 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen, serta kepatuhan pembayaran PBPU yang telah lunas hingga September 2025.
Bobby menegaskan UHC merupakan program strategis nasional yang bertujuan memastikan pelayanan kesehatan terbaik, cepat, mudah, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dimana jalur utama menuju UHC adalah melalui Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sebagai sistem pelayanan kesehatan nasional.
Baca Juga: Pelebaran Simpang Sebidang Exit Tol Cibolangkaler, Akses ke Nusa Putra Terancam Tertutup
Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendorong keaktifan kepesertaan BPJS, serta memastikan masyarakat, baik peserta PBI maupun PBPU, benar-benar merasakan manfaat UHC.
Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat terbantu, khususnya kelompok yang paling membutuhkan, sehingga seluruh warga Kota Sukabumi dapat terlayani dan tercover secara optimal melalui program Universal Health Coverage. (adv)
Editor : Fitriansyah