SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) Dadan Hidayat menghadiri Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Luas Tambah Tanam Padi, Jagung, Kedelai (LTT PAJALE) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Jumat (13/2/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Serealia, para penanggung jawab swasembada pangan kabupaten/kota, serta kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dalam paparannya, Dadan menyampaikan bahwa realisasi tanam periode Oktober 2024 hingga September 2025 mencapai 2.100.482 hektare atau naik 9,51 persen dibanding 2024.
Baca Juga: Produksi Padi Jabar Tertinggi Nasional, Kementan-Distanhorti Fokus Amankan Lahan Sawah di 2026
Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luas panen di Jawa Barat tahun 2025 mencapai 1.755.300 hektare atau naik 18,97 persen dengan total produksi sebesar 10.226.654 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 18,54 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Untuk tahun 2026, Dadan menyatakan optimisme terhadap peningkatan produksi pangan. Realisasi tanam pada periode Oktober 2025 hingga Januari 2026 telah mencapai 808.773 hektare atau bertambah sekitar 45.874 hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 2.479.603 ton GKG atau meningkat sekitar 452.434 ton dibandingkan tahun 2025. Peningkatan produksi tersebut didukung oleh distribusi pupuk bersubsidi serta bantuan benih dari pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
"Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan jadi momentum yang baik untuk evaluasi kinerja dan penyusunan rencana kinerja bulan Februari dan Maret 2026," ujar Dadan. (adv)
Editor : Denis Febrian