SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyusun cetak biru pembangunan jangka menengah melalui "Rapat Pembahasan Arah Kebijakan Jawa Barat Tahun 2027" yang digelar oleh Bappeda Jabar pada Jumat (20/2/2026).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat (Distanhorti Jabar) Dadan Hidayat didampingi Sekretaris Dinas Yanti Hidayatun turut menghadiri rapat tersebut sebagai bagian dari komitmen perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan strategis pembangunan tahun 2027.
Dalam arah kebijakan tahun 2027, sektor perindustrian dan perdagangan ditetapkan sebagai leading sector untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Kebijakan yang akan ditempuh difokuskan pada penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui percepatan perizinan, penataan kesesuaian lahan, serta penguatan daya tarik investasi di berbagai wilayah Jabar.
Baca Juga: Distanhorti Jabar Gelar Forum Perangkat Daerah, Bahas Akselerasi Pertanian Istimewa
Selain itu, Pemprov Jabar menargetkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan mendorong pengembangan kawasan kumuh dan desa tertinggal agar memiliki daya ungkit ekonomi yang lebih kuat. Hilirisasi industri pada sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu prioritas guna meningkatkan nilai tambah produk serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mengidentifikasi lahan milik Pemprov dengan luas lebih dari 500 hektare yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan industri. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga mengarahkan para developer dan perusahaan yang memiliki lahan tidur agar dapat memanfaatkannya secara produktif untuk sektor pertanian, perkebunan, maupun sektor strategis lainnya guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. (adv)
Sumber: IG Distanhorti Jabar
Editor : Denis Febrian