SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mulai merealisasikan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gemol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Kawasan relokasi tersebut kini dinamakan Kampung Mubarokah.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 86 unit rumah berdasarkan hasil verifikasi penerima manfaat. Bahkan, untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan, pemerintah daerah menyiapkan cadangan hingga 100 unit rumah.
“Di Kampung Mubarokah ini kita siapkan 86 unit rumah hasil verifikasi. Kita juga siapkan spare sampai 100 unit untuk mengantisipasi hal lain,” ujarnya.
Baca Juga: Jumat WFH untuk ASN, Wali Kota Sukabumi: Pimpinan Tetap Ngantor
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama direncanakan sebanyak 20 unit rumah dan tahap kedua 40 unit. Namun, berkat kolaborasi berbagai pihak melalui program “lelang kebaikan”, jumlah bantuan rumah yang terkumpul telah mencapai 48 unit.
“Artinya tahap satu dan dua alhamdulillah sudah terlampaui. Ini hasil kolaborasi luar biasa,” katanya.
Sendi menerangkan, konsep “lelang kebaikan” merupakan upaya mengajak partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam penanganan bencana. Menurutnya, tanggung jawab kebencanaan tidak hanya berada di pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
Baca Juga: ASN Bakal WFH Setiap Jumat, Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan
Ia memaparkan, berdasarkan data, bencana pada 2024 dan 2025 menyebabkan sekitar 10 ribu rumah terdampak. Setelah diverifikasi bersama BPBD, terdapat 5.029 rumah dalam data rencana rehabilitasi dan rekonstruksi (R3P), dengan sekitar 3.000 rumah mengalami kerusakan berat hingga hilang.
“Dari 3.000 itu yang kita intervensi, salah satunya di sini. Kalau hanya mengandalkan APBD tentu tidak cukup, maka kita dorong gerakan ‘Niaga Rakyat’ dengan lelang kebaikan,” jelasnya.
Melalui forum CSR perusahaan di Kabupaten Sukabumi, lanjut Sendi, dukungan pun mengalir. Pada tahap awal, kontribusi pihak swasta mencapai sekitar 25 unit rumah, di luar bantuan pemerintah sebanyak 20 unit. Dukungan juga datang dari unsur Forkopimda dan instansi vertikal.
Baca Juga: Jembatan Rusak di Cibadak Ditopang Bambu, Disperkim Sukabumi Siapkan Perbaikan
“Ini mungkin momentum pertama kolaborasi besar. Pemerintah menciptakan ‘ragi’-nya, lalu masyarakat dan perusahaan ikut berkontribusi nyata,” ungkapnya.
Ia juga menyebut salah satu perusahaan turut mendukung penyediaan material utama seperti semen untuk percepatan pembangunan.
Untuk target pengerjaan, tahap pertama berlangsung April hingga Juni, tahap kedua Juli hingga Agustus, dan tahap ketiga direncanakan hingga Desember. Namun, dengan progres yang ada, pembangunan diperkirakan bisa rampung lebih cepat.
Baca Juga: Ambil Kelapa Bayar 20 Ribu, Dugaan Penganiayaan di Tegalbuleud Tempuh Restorative Justice
“Besar kemungkinan selesai sekitar bulan September, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Meski demikian, kata Sendi, kebutuhan rumah masih belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total kebutuhan, masih terdapat sisa unit yang belum terakomodasi dan akan diupayakan pada tahap berikutnya.
Menurutnya, pemerintah daerah pun membuka peluang bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi. Terlebih, lahan relokasi seluas 3,5 hektare telah disiapkan dan berstatus legal milik Pemda.
Baca Juga: Di Balik Adopsi AI, Redaksi Tetap Menjaga Prinsip Verifikasi
“Kami masih membuka peluang bagi siapa pun yang ingin berbuat kebaikan. Lahan sudah siap, tinggal bagaimana kita bersama-sama membantu warga,” tandasnya. (adv)
Editor : Fitriansyah