SUKABUMIUPDATE.com - Sektor tanaman pangan di Jawa Barat menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, realisasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Jawa Barat mengalami kenaikan sebesar 1,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi, jagung, dan kedelai di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Sukamandi, Subang, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan, serta Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Kepala Distanhorti Jabar Dadan Hidayat memaparkan bahwa realisasi produksi Jawa Barat berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS periode Januari–Mei 2026 mencapai 4.520.730 ton GKG.
"Angka ini meningkat sebesar 78.359 ton GKG atau 1,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 4.442.371 ton GKG," ungkap Dadan.
Peningkatan ini juga diikuti dengan perluasan area panen. Realisasi luas panen tahun 2026 di Jawa Barat mencapai 771.757 hektare, atau naik sebesar 11.835 hektare dibandingkan tahun lalu.
Dengan capaian tersebut, Jawa Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Tercatat, kontribusi luas panen Jawa Barat terhadap nasional mencapai 14,44 persen, sementara kontribusi produksinya menyumbang 15,72 persen dari total produksi nasional.
Dadan menilai kinerja sektor tanaman pangan ini tetap terjaga meski dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk dinamika perubahan iklim yang sering memengaruhi pola tanam.
"Capaian tersebut menunjukkan tren positif dan menjadi indikator kuat bahwa Jawa Barat terus berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional," pungkas Dadan. (adv)
Editor : Denis Febrian