SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi melalui Unit Pelayanan Perpustakaan (UPP) Cicurug melaksanakan kegiatan perpustakaan keliling (pusling) dan storytelling di SDIT Al Husna yang berada di Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini digelar atas permintaan pihak sekolah dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia.
Administrasi Umum UPP Cicurug, Syukur Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan literasi kepada anak-anak sejak dini.
“Tujuannya dalam rangka ada permintaan dari SDIT Al Husna memperingati Hari Buku Sedunia. Tujuannya tetap memperkenalkan literasi di kalangan anak-anak,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Sukabumi Siaga! BMKG: Dasarian Awal Mei 2026 Berpotensi Hujan Intensitas Tinggi
Ia menjelaskan, konsep perpustakaan keliling yang dihadirkan masih seperti biasa, yakni menyediakan layanan membaca buku bagi siswa. Sementara untuk kegiatan storytelling, petugas menyampaikan cerita yang mengandung pesan moral.
“Kalau konsep pusling seperti biasa membaca buku. Kemudian untuk storytelling, ada petugas kami yang bercerita tentang binatang, tapi mengandung makna juga, ada hikmah di balik cerita itu,” katanya.
Kegiatan mendongeng dilakukan oleh petugas UPP Cicurug, yakni Ria, dengan menggunakan alat peraga berupa boneka. Metode tersebut digunakan agar cerita lebih mudah dipahami dan menarik perhatian siswa.
Baca Juga: Sukabumi Siaga! BMKG: Dasarian Awal Mei 2026 Berpotensi Hujan Intensitas Tinggi
Dari kegiatan ini, UPP Diarpus berharap siswa dapat mengambil nilai dari cerita yang disampaikan sekaligus mengembangkan imajinasi mereka. Selain itu, pusling juga diharapkan dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat serta minat baca.
“Kalau dari storytelling, anak-anak bisa mengambil hikmah dan mengembangkan imajinasi. Kalau dari perpustakaan keliling, tentu untuk meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat dan tingkat gemar membaca,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 258 siswa, terdiri dari 142 laki-laki dan sisanya perempuan, dengan didampingi empat guru. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid 5-6 Mei 2026: Begini Cara Melihatnya!
“Antusias sekali,” singkatnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini dinilai efektif dalam meningkatkan minat baca. Hal itu karena layanan perpustakaan saat ini dituntut lebih aktif menjangkau masyarakat.
“Efektif, karena perpustakaan hari ini tidak bisa diam di tempat, tapi harus jemput bola,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan program, ia mengatakan kegiatan pusling dan storytelling dilakukan berdasarkan permintaan sekolah serta program yang dimiliki UPP. Namun, saat ini pelaksanaannya masih terbatas karena adanya efisiensi anggaran.
Baca Juga: Curug Kubang Ciliunggunung Hidden Gem di Cianjur Selatan Untuk Para Petualang
Meski demikian, pihaknya memastikan program tersebut tetap berjalan.
“Terus berjalan meskipun ada efisiensi, karena ini menyangkut indeks pembangunan literasi masyarakat dan tingkat gemar membaca,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain anggaran, faktor penting dalam menjalankan program ini adalah semangat dari para petugas.
“Yang penting semangat. Kalau tidak ada anggaran, kita tetap jalan. Karena kalau tidak jalan, sulit juga meningkatkan literasi,” katanya.
Ke depan, UPP Diarpus berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter anak sejak dini.
“Diharapkan mereka menjadi manusia yang berkarakter, jujur, adil, sejak dini untuk perkembangan mereka ke depan. Itu saja, pembangunan karakter sejak kecil,” pungkasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah