SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, cara unik dan inovatif dilakukan pedagang hewan kurban di Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong. Seluruh hewan kurban yang dijual tampak dipasangi barcode di bagian lehernya.
Langkah inovatif tersebut dilakukan oleh lapak dagang Sukabumi Qurban. Pengelola Sukabumi Qurban, Akmalun Kinin (33), mengatakan pemasangan barcode pada setiap hewan kurban dikombinasikan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah proses penjualan dan pendataan, mulai dari pengecekan jenis sapi, bobot, harga, hingga informasi lainnya.
Akmal mengaku pemanfaatan teknologi AI berawal dari latar belakang dan pengalamannya di bidang software engineering.
“Tujuannya itu sebetulnya untuk memudahkan kami sendiri jadi untuk data sapi, harga sapi, penjualan, pencatatan kayak gitu (lebih terdata)," kata Akmal.
Baca Juga: Update Haji 2026: Hampir 200 Ribu Jemaah RI Tiba di Makkah, Bus Shalawat Libur Sementara
Menurutnya, teknologi AI kini dapat dimanfaatkan para pedagang untuk mengelola data secara lebih praktis. Selain itu, calon pembeli juga dapat dengan mudah melihat informasi lengkap mengenai sapi yang hendak dibeli.
Ia mencontohkan, ketika calon pembeli datang ke lapaknya, mereka cukup memindai barcode yang terpasang di setiap sapi menggunakan telepon genggam.
“Kalau sekarang udah ada AI kan, jadi sangat terbantu dengan AI. Bisa dikatakan sehari atau dua hari lah jadi gitu," jelas Akmalun.
Dengan sistem tersebut, para pekerja di lapak juga tidak kesulitan saat menjelaskan detail hewan kepada calon pembeli. Seluruh data tersimpan rapi dan mudah diakses kapan saja.
Baca Juga: Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, HNSI Dorong Ikan Lokal Masuk Program MBG
Selain memudahkan pengelolaan data, inovasi itu dinilai dapat meningkatkan kepuasan pembeli karena mereka bisa melihat detail informasi hewan kurban secara langsung.
“Jadi untuk harga tersebut seperti ada etalase digital. Setelah di scan, nanti bisa di ekspor jadi gambar (JPEG) lalu di-share ke WhatsApp kalau ada konsumen yang bertanya," ucapnya.
Sementara itu, pemilik lapak Sukabumi Qurban, Muhammad Ilham (26), mengatakan pemanfaatan AI merupakan hasil evaluasi dari penjualan tahun sebelumnya. Menurutnya, saat memasuki masa puncak penjualan, penggunaan sistem digital membantu pedagang agar tidak kelimpungan mencari data hewan. Ia memprediksi puncak penjualan hewan kurban akan terjadi pada H-5 Idul Adha.
"H-5 itu jadi kita kan sebagai penjual jadi ada rasa khawatir jugalah. Jadi harga beli dari sana, kalau ada untung dikit juga jual," kata dia.
Editor : Asep Awaludin