SUKABUMIUPDATE.com - Sahabat Remaja Community menggelar kegiatan Rembug Rasa dan Warga Sawala di Balai Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu hingga Minggu (23-24/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Pasisian Tangguh tersebut mendapat dukungan dari Wahid Foundation melalui Harmony in Action Program. Fokus program diarahkan pada penguatan ketahanan psikososial masyarakat pesisir serta pengelolaan lingkungan berbasis eco-livelihood.
Pada hari pertama, sebanyak 20 warga mengikuti sesi Rembug Rasa yang mengangkat tema penguatan ketahanan psikososial dan dukungan komunitas. Peserta yang terdiri dari remaja hingga ibu rumah tangga diajak memahami pentingnya kesehatan mental melalui berbagai aktivitas interaktif.
Kegiatan diawali dengan check-in emotion untuk memetakan suasana hati peserta, kemudian dilanjutkan sharing circle, edukasi kesehatan mental, praktik mindful breathing, grounding technique, hingga workshop membuat gelang manik-manik.
Baca Juga: Kampoong Ecopreneur Salurkan 108 Hewan Kurban bagi Santri Penghafal Quran di Bogor
Salah seorang peserta, Erni Juliana, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Dengan adanya kegiatan ini, saya mendapat pengetahuan baru, salah satunya bagaimana cara menangani diri ketika cemas dan gugup,” ujarnya.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Warga Sawala yang diikuti 33 warga. Pelatihan tersebut berfokus pada pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme.
Narasumber Tri Kurniawati bersama Aris Fitriyani memberikan edukasi mengenai manfaat eco-enzyme, proses fermentasi, hingga praktik langsung pembuatan cairan ramah lingkungan dari kulit buah dan sisa sayuran rumah tangga.
Baca Juga: Cara Leluhur Sunda Dulu Mengolah dan Menyimpan Daging Sebelum Ada Kulkas
Local Coordinator Program Sahabat Remaja Community, Aldi Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun ketahanan masyarakat pesisir secara menyeluruh.
“Kami melihat kebutuhan yang besar dari masyarakat pesisir, tidak hanya dari sisi ekonomi dan lingkungan, tetapi juga kesehatan mental. Rembug Rasa dan Warga Sawala adalah respons konkret untuk membangun ketahanan komunitas secara holistik,” kata Aldi.
Sementara itu, Program Supervisor Sahabat Remaja Community, Natasya Pustika Siregar, menyebut program tersebut akan berlanjut melalui pendampingan kepada masyarakat. “Ke depan, kami berencana menindaklanjuti dengan sesi lanjutan, pendampingan fermentasi eco-enzyme, serta penguatan kelompok dukungan sebaya (peer-support group) di Desa Cikahuripan,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan 16 volunteer mahasiswa asal Sukabumi dan berlangsung lancar berkat kolaborasi tim program bersama warga Desa Cikahuripan. (medpart)
Editor : Denis Febrian