Sukabumi Update

Perumda BPR Sukabumi Perkuat Inklusi dan Literasi Keuangan, Jadi Fokus Layanan 2026

Kepala Divisi Bisnis BPR Sukabumi, Heri Firmansyah. (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda BPR Sukabumi menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada tahun 2026 untuk menjawab tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif di era digital. Selain tetap mempertahankan target bisnis, BPR Sukabumi juga memperkuat program inklusi dan literasi keuangan agar layanan perbankan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Kepala Divisi Bisnis BPR Sukabumi, Heri Firmansyah, mengatakan perkembangan produk perbankan yang semakin kompleks dan ketatnya persaingan di sektor jasa keuangan menuntut lembaganya untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurutnya, strategi bisnis yang diterapkan tahun depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

"Seiring kompleksitas produk-produk perbankan yang saat ini semakin tinggi dan tajamnya tingkat persaingan di era digital, maka kita harus adaptif menyesuaikan dengan keadaan," ujar Heri.

Baca Juga: Rugi Ratusan Miliar, Pengusaha Sukabumi: Berkas Polemik Dapur Perintis MBG Diterima Nanik S Deyang

Heri menjelaskan, fokus pemberian pinjaman pada dasarnya masih mengikuti target bisnis yang telah ditetapkan perusahaan. Namun, terdapat pendekatan berbeda yang akan lebih ditekankan, yakni penguatan aspek edukasi, literasi, dan inklusi keuangan kepada masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan perbankan secara lebih mudah dan transparan. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung program inklusi keuangan yang diamanatkan dalam regulasi nasional.

"Fokus pemberian pinjaman masih sesuai dengan target bisnis, cuma kita bedakan dari aspek edukasi literasi inklusifnya. Jadi sekarang lebih bisa diakses langsung oleh masyarakat. Ini bagian dari inklusi keuangan, merupakan amanat dari perundang-undangan bahwa masyarakat bisa mengakses lebih transparan kepada lembaga keuangan sehingga masyarakat yang ada di pedesaan maupun di manapun memiliki hak yang sama untuk mengakses produk dan jasa layanan perbankan. Kita lebih tekankan kepada inklusivitas," jelasnya.

Lebih lanjut, Heri menuturkan program literasi keuangan yang dijalankan BPR Sukabumi tidak hanya sebatas menawarkan produk perbankan kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan edukasi, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta cara memanfaatkan produk keuangan secara tepat.

Baca Juga: Munjayin Sebut Rugi Rp218,25 Miliar, Pengusaha Sukabumi ‘Tertipu’ Badan Gizi Nasional

Ia menilai edukasi tersebut semakin penting di tengah maraknya berbagai modus penipuan dan informasi produk keuangan palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Dengan adanya program inklusi literasi keuangan, BPR tidak hanya memberikan produk tetapi juga mengedukasi kaitan produk itu. Sehingga yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Ini penting karena banyak sekali modus transaksi yang menimbulkan kerugian di tengah masyarakat, terutama informasi produk palsu. Ini kan perlu edukasi. Ini merupakan akses yang bisa dijangkau oleh mereka yang membutuhkan produk BPR," pungkasnya.

Melalui strategi tersebut, Perumda BPR Sukabumi berharap dapat memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan, khususnya bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal.(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT