Sukabumi Update

Heri Firmansyah Ungkap Strategi Transformasi dan Digitalisasi BPR Sukabumi di SHALIKA

Webinar Sharing Literasi Keuangan, Perumda BPR Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Transformasi bisnis dan digitalisasi layanan menjadi salah satu strategi yang terus diperkuat PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif. Strategi tersebut dipaparkan Kepala Divisi Bisnis BPR Sukabumi, Heri Firmansyah, saat menjadi narasumber dalam webinar SHALIKA (Sharing Literasi dan Inklusi Keuangan).

Kegiatan yang digelar Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) itu mengusung tema "Cerdas Mengelola Keuangan untuk Masa Depan Cerah Menuju Generasi Indonesia yang Mapan Secara Finansial".

Dalam pemaparannya, Heri menjelaskan bahwa perkembangan industri perbankan dan pesatnya digitalisasi saat ini menuntut setiap lembaga keuangan untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan jaman digitalisasi. Menurutnya, transformasi yang dilakukan BPR Sukabumi tidak hanya bertujuan memperkuat bisnis, tetapi juga memperluas akses layanan kepada masyarakat.

"Seiring kompleksitas produk-produk perbankan yang saat ini semakin tinggi dan tajamnya tingkat persaingan di era digital, maka kita harus adaptif menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan layanan masyarakat," ujar Heri.

Baca Juga: Perumda BPR Sukabumi Perkuat Inklusi dan Literasi Keuangan, Jadi Fokus Layanan 2026

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, BPR Sukabumi terus mengembangkan berbagai produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan produk tabungan, deposito, hingga fasilitas kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Seluruh layanan itu juga diperkuat dengan dukungan teknologi digital guna meningkatkan kemudahan, kecepatan, keamanan, dan kenyamanan transaksi nasabah dengan sistem layanan digitalisasi BPR Sukabumi untuk menjadi nasabah.

Dalam kesempatan itu, Heri juga memperkenalkan inovasi layanan digital SIMPEN (Sistem Manajemen Pendaftaran Nasabah) untuk mempermudah nasabah atau masyarakat melakukan pendaftaran produk dan layanan BPR Sukabumi secara daring tanpa harus datang ke kantor.

Selain penguatan layanan digital, Heri menegaskan bahwa BPR Sukabumi juga memberi perhatian besar terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan agar bisa dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan.

"Fokus pemberian pinjaman masih sesuai dengan target bisnis, cuma kita bedakan dari aspek edukasi literasi inklusifnya. Jadi sekarang lebih bisa diakses langsung oleh masyarakat. Ini bagian dari inklusi keuangan, merupakan amanat dari perundang-undangan terkait perlindungan konsumen bahwa masyarakat bisa mengakses lebih transparan kepada lembaga keuangan sehingga masyarakat yang ada di pedesaan maupun di manapun memiliki hak yang sama untuk mengakses produk dan jasa layanan perbankan. Kita lebih tekankan kepada inklusivitas," jelasnya.

Melalui program literasi keuangan yang dijalankan, BPR Sukabumi selain menawarkan produk perbankan, juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan yang digunakan.(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT