SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif melalui penguatan iklim usaha, pembangunan infrastruktur strategis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
Menurut Erwan, upaya tersebut sejalan dengan visi Jabar Istimewa, yakni mewujudkan Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing melalui sejumlah strategi pembangunan yang berorientasi pada investasi.
"Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen mendukung dan mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan dan inklusif," ujarnya dalam sambutan.
Baca Juga: Jawa Barat dan Selangor Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat SIBS ASEAN 2026 di Bandung
Erwan menjelaskan, strategi pertama yang dilakukan adalah memperkuat stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum dan jaminan keamanan bagi investor. Pemerintah memastikan seluruh regulasi investasi berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Strategi kedua adalah mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terintegrasi dalam rantai pasok industri. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara industri besar dan masyarakat di sekitar kawasan industri sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Selain itu, Pemprov Jabar juga terus mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur strategis guna mendukung pertumbuhan kawasan industri dan aktivitas investasi.
"Mempercepat pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung kawasan industri dengan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta mendorong penempatan atau pusat perusahaan di wilayah Jabar," katanya.
Di sektor ketenagakerjaan, Erwan menegaskan pemerintah terus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Tata kelola ketenagakerjaan juga diperkuat dengan menghapus praktik percaloan melalui pemanfaatan platform digital Nyari Gawe.
Sementara itu, strategi kelima difokuskan pada peningkatan insentif dan fasilitasi investasi melalui pelayanan yang cepat, efisien, dan responsif, disertai penguatan kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
"Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pasar dengan tenaga kerja," ujarnya.
Erwan menilai penyelenggaraan SIBS 2026 di Bandung menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor, Malaysia.
"Kehadiran SIBS 2026 di Bandung merupakan momentum emas. Saya mengajak para delegasi, pelaku usaha, dan investor dari Selangor maupun negara sahabat lainnya untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan serta membangun kolaborasi yang lebih erat," katanya.
Sementara itu, Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari mengungkapkan bahwa Bandung menjadi lokasi pertama penyelenggaraan SIBS di luar Kuala Lumpur. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta tingginya antusiasme pelaku usaha dan berbagai instansi terhadap kegiatan tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Barat. Insyaallah, ke depan kita dapat mengeksekusi lebih banyak peluang kerja sama di bidang bisnis, perdagangan, dan sektor lainnya," ujar Amirudin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Melalui penyelenggaraan SIBS 2026, Pemerintah Selangor menargetkan peningkatan investasi, perdagangan, dan kolaborasi pada berbagai sektor strategis, seperti kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, industri kreatif, energi, teknologi, hingga sektor prioritas lainnya.
Sebanyak 150 pengusaha dan investor dari Malaysia dijadwalkan mengikuti forum tersebut untuk melakukan business matching dengan pelaku usaha Jawa Barat. Kerja sama yang terjalin diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di kedua wilayah. (adv)
Sumber: Humas Jabar
Editor : Denis Febrian