Sukabumi Update

Leaders Talk Al Umanaa Hadirkan Lulusan MIT dan CEO Kanara Group, Menginspirasi Santri Menjadi Pemimpin Berakar pada Al-Qur'an

Foto Bersama Tim Kanara, Jajaran Asaatidz serta Santri Al Umanaa. (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah kebutuhan bangsa akan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa terus meneguhkan komitmennya membina generasi Quranic Grounded Leader—pemimpin yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui program Leaders Talk, sebuah forum inspiratif yang menghadirkan para pemimpin dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman, nilai, dan perjalanan kepemimpinan secara langsung kepada para santri. Pada Kamis (30/7), Al Umanaa menghadirkan Nyoman Anjani, S.T., M.S., lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT), CEO dan Co-Founder Kanara Group serta Gently, dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz Pondok Pesantren Modern Al Umanaa.

Acara dibuka dengan penampilan istimewa berupa Drama Pentalingual yang dipersembahkan santri kelas X Al Umanaa. Melalui satu pertunjukan, para santri menampilkan kemampuan berbahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, dan Jerman, mencerminkan komitmen Al Umanaa dalam membangun santri yang berwawasan global tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Baca Juga: Rapat Kerja Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Perkuat Sinergi Mewujudkan Quranic Grounded Leaders


Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, K.H. Mindjali Abdulghani Syarif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap kebaikan akan mempertemukan orang-orang baik.

"Orang baik akan bertemu dengan orang baik."

Beliau juga mengingatkan bahwa seorang muslim yang menjaga nilai-nilai Islam sering kali akan menjadi "orang asing" di tengah arus zaman, namun justru dari sanalah lahir perubahan.

"Al Umanaa baru berdiri sejak 2012, tetapi Alhamdulillah Allah telah mengamanahkan begitu banyak nikmat dan kepercayaan kepada kami."

Momentum tersebut semakin bermakna ketika Kanara Group melalui program Kanara Berbagi menyerahkan wakaf senilai Rp110.000.000 untuk pembangunan instalasi sarana air bersih Pondok Pesantren Modern Al Umanaa. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi para santri sekaligus menjadi investasi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir.

Baca Juga: 107 Wisudawan Al Umanaa: Raih Prestasi Nasional, Tembus PTN Favorit dan Wakafkan Rp95 Juta

Dalam sambutannya, Nyoman Anjani mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali mengunjungi Al Umanaa setelah kurang lebih delapan tahun.

"Terakhir saya datang ke sini sekitar delapan tahun lalu. Perkembangannya luar biasa."

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan harus selalu diiringi dengan kepedulian untuk berbagi.

"Kita harus bisa berbagi dan menjadi rahmatan lil 'alamin."

Pada sesi Leaders Talk yang dipandu moderator Kresnandya Dimas Putra dan M. Oktariyandi siswa SMA Al Umanaa, Nyoman membagikan perjalanan membangun perusahaan sejak tahap awal hingga berkembang menjadi perusahaan yang bergerak di bidang riset dan inovasi. Ia menceritakan bagaimana perjalanan tersebut dimulai dari usaha kecil yang kemudian berkembang melalui keberanian menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat.

"Inspirasi bisa datang dari mana saja."

Menurutnya, inovasi lahir ketika seseorang berani melihat masalah sebagai peluang untuk menghadirkan solusi. Salah satu pengalaman yang membentuk cara pandangnya adalah kegemarannya melakukan perjalanan hingga pelosok Indonesia melalui kegiatan Ekspedisi Pelita Muda, yang mempertemukannya dengan berbagai tantangan nyata di lapangan.

Baca Juga: Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Gelar Tasyakuran Kelulusan Santri Akhir TA 2025/2026

Ia juga mengajak para santri untuk tidak takut menjalani setiap proses kehidupan.

"Kita tidak pernah tahu akan menjadi apa di masa depan. Karena itu, gunakan setiap langkah sebagai kesempatan untuk belajar."

Sebagai lulusan MIT, Nyoman turut membagikan perspektif global yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di luar negeri.

"Think globally, contribute locally."

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi karena masih banyak persoalan yang dapat diselesaikan melalui kreativitas, riset, dan kolaborasi.

"Banyak investor datang ke Indonesia karena di sini masih banyak masalah yang bisa diselesaikan."

Baca Juga: Cahaya Pemimpin Qurani: Pesantren Kilat Al Umanaa Menginspirasi Ribuan Siswa di Sukabumi


Di luar materi yang disampaikan, Nyoman juga mengaku terkesan dengan budaya yang dibangun di Al Umanaa. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap kemampuan berbahasa asing para santri yang ditampilkan melalui Drama Pentalingual, sekaligus mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh para santri sebagai panitia kegiatan.

Seluruh rangkaian acara didominasi oleh keterlibatan aktif santri. Azarine Nabila dan Rumaida Azka bertugas sebagai pembawa acara, sementara sesi dialog dipandu oleh Kresnandya Dimas Putra dan M. Oktariyandi. Keterlibatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang diterapkan Al Umanaa, di mana santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dipercaya memimpin berbagai kegiatan nyata.

Melalui program Leaders Talk, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa terus menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan santri dengan para pemimpin inspiratif dari berbagai bidang. Harapannya, para santri tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga memiliki fondasi nilai Al-Qur'an yang kuat sehingga kelak mampu memimpin dengan ilmu, akhlak, dan kebermanfaatan.

Setiap santri Al Umanaa mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Nyoman. Antusiasme dan kualitas pertanyaan yang disampaikan para santri pun mendapat apresiasi dari Nyoman Anjani dengan penuh kekaguman, beliau menyampaikan, "MasyaaAllah, susah ya pertanyaannya. Berbobot sekali. Luar biasa, MasyaaAllah." Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa para santri Al Umanaa mampu menunjukkan daya pikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta keberanian dalam berdiskusi pada forum ilmiah.

Baca Juga: Kolaborasi Pondok Pesantren Al Umanaa dan Gramedia: Mencetak Pemimpin Qurani, Ngaji Literasi dan Leaders Talk

Pembangunan instalasi sarana air bersih di Pondok Pesantren Modern Al Umanaa saat ini masih terus berlangsung. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kebermanfaatan jangka panjang bagi para santri yang belajar dan bertumbuh di lingkungan pesantren.

Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat tersebut masih memiliki kesempatan untuk turut berwakaf. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi generasi pemimpin Qurani masa depan.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT