SUKABUMIUPDATE.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar workshop pembuatan kerajinan dompet dari sampah kresek di Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik yang masih menjadi tantangan di masyarakat. Melalui workshop tersebut, mahasiswa KKN berupaya mengedukasi warga tentang pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Workshop diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader PKK, kader Posyandu, perangkat desa, hingga warga setempat. Hadir pula sebagai narasumber dosen UMMI, Resa Nurmala S.AB., M.A. dan Dr. Tetty Sufianty Zafar, S.Ag., M.M., CHRM. Kegiatan juga didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN 09, Muhammad Tanziil Suherman, M.I.Kom.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video tutorial pembuatan dompet berbahan dasar sampah kantong plastik. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatannya dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada berbagai cara sederhana mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif yang dapat digunakan sehari-hari maupun memiliki potensi untuk dipasarkan.
Proses pembuatan dompet dari sampah kresek.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Salah seorang peserta mengaku baru mengetahui bahwa kantong kresek bekas dapat diolah menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.
"Kami baru menyadari bahwa sampah kantong kresek ternyata bisa didaur ulang menjadi dompet yang bagus dan layak jual, seperti yang biasa dijual di pasar," ujarnya.
Selain memberikan pelatihan pengolahan sampah anorganik, mahasiswa KKN juga menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik. Materi tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan program kerja sebelumnya, yakni pembuatan lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus upaya meningkatkan daya resap air di lingkungan.
Mahasiswa KKN berharap rangkaian kegiatan edukasi dan praktik tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara mandiri serta berkelanjutan.
Melalui program ini, warga Desa Bojongtugu diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik maupun anorganik, sekaligus mampu melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. (*)
Editor : Denis Febrian