Sukabumi Update

Pabrik Menjamur Tapi Warga Nganggur: Pemkab Sukabumi Bicara Vokasi dan Bekerja di Luar Negeri

Ilustrasi AI. Pemkab Sukabumi bicara program penyerapan tenaga kerja lokal (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com – Ironi ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Di tengah menjamurnya pabrik dan perusahaan, lulusan SMA sederajat hingga perguruan tinggi di daerah ini masih banyak yang kebingungan mencari pekerjaan.

Persoalan tersebut kembali mencuat saat DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengakui persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, Pemkab Sukabumi terus melakukan pendekatan kepada perusahaan, terutama dalam mendorong keterbukaan informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Baca Juga: DP3A Sukabumi Ungkap Kondisi Terkini Perempuan Cibadak yang Ditemukan di Demak

"Ya, kita juga sebetulnya sudah melakukan upaya-upaya, pendekatan terhadap perusahaan-perusahaan berkaitan dengan pembukaan atau informasi lowongan pekerjaan," kata Andreas usai mengikuti rapat paripurna DPRD pada Selasa (11/8/2026).

Ia menyebut, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi untuk memastikan informasi mengenai peluang kerja dapat lebih mudah diakses masyarakat.

Menurut Andreas, persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya diselesaikan dengan membuka lowongan. Pemerintah juga perlu memastikan lulusan dan pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Baca Juga: 13 Ide Permainan Seru untuk 17 Agustus, Bikin Perayaan HUT RI Makin Meriah

Oleh karena itu, program vokasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan perusahaan. Andreas mencontohkan program vokasi yang membuka peluang bagi tenaga kerja asal Sukabumi untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk hingga ke luar negeri.

"Saya sampaikan, kemarin juga ada di Pasim, berkaitan dengan vokasi dan juga sekaligus bisa mengarahkan para pekerja orang Sukabumi bisa ada destinasi yang bisa ke luar negeri," kata dia.

Menurutnya, sejumlah negara, termasuk Jepang, menjadi salah satu tujuan yang mulai dibidik sebagai pasar tenaga kerja bagi masyarakat Sukabumi. Tak hanya memberikan pelatihan, Andreas mengatakan tenaga kerja yang mengikuti program tersebut juga diarahkan melalui jalur resmi sehingga aspek legalitas dan perlindungan pekerja dapat lebih terjamin.

Baca Juga: Harga Daging Ayam di Sukabumi Rp45 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Daya Beli Turun

"Salah satunya ada Jepang, kemudian kemarin ada beberapa negara lain, dan itu langsung disalurkan. Sehingga ini menjadi kesempatan buat warga Kabupaten Sukabumi yang ingin bekerja selain di Sukabumi, di luar negeri itu juga bisa. Dan ini resmi, legal, karena dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Migran," tambahnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT