SUKABUMIUPDATE.com - Jampang Tengah, Selasa (11/08/2026). Gerakan Galon Bekas untuk Budidaya atau akronim dari GABUT di kenalkan para Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi di Desa Cijulang Kecamatan Jampang Tengah. Permasalahan sampah plastik yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi mencatat peningkatan sampah plastik sekitar 17 persen per tahun. Sampah berbahan plastik juga memiliki daya urai yang sangat lama. Plastik tidak mudah terurai secara biologis dan dapat bertahan di lingkungan selama puluhan hingga ratusan tahun, bergantung pada jenis material dan kondisi lingkungan.
Karena itu, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga bagaimana barang yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi mengenai pengurangan dan pengelolaan sampah, termasuk melalui pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi melakukan sosialisasi sekaligus implementasi pemanfaatan limbah plastik melalui program AquaSmart di SD Cijulang, Kampung Cijulang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Baca Juga: HIPMI Sukabumi Apresiasi Langkah Bupati Dorong Investasi Geothermal
AquaSmart merupakan inovasi akuaponik sederhana yang memanfaatkan galon bekas sebagai media budidaya ikan lele dan tanaman pakcoy dalam satu sistem. Bagian bawah galon digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan lele, sedangkan bagian atas dimanfaatkan sebagai media tanam pakcoy.
Melalui AquaSmart, mahasiswa KKM memperkenalkan kepada siswa bahwa barang bekas, khususnya galon plastik, masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Konsep tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan budidaya ikan dan tanaman dengan cara yang sederhana.
Ketua Kelompok 17 KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, Mochamad Fauzan, mengatakan aquaponik merupakan metode budidaya yang menarik karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem.
“Menurut saya, aquaponik merupakan metode budidaya yang menarik dan bermanfaat karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem. Selain menghemat air dan lahan, aquaponik juga memanfaatkan limbah plastik sebagai media dan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tanaman. Tidak semua barang bekas harus langsung dibuang begitu saja karena kita bisa memanfaatkan barang bekas tersebut” pungkasnya.
Kegiatan AquaSmart diikuti oleh siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD Cijulang serta dihadiri oleh para guru, kepala SD Cijulang, perangkat desa, kepala dusun (kadus), dan perwakilan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengelolaan barang bekas, fungsi setiap bagian AquaSmart, serta cara kerja sederhana sistem akuaponik.
Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengamati AquaSmart secara langsung. Bagian bawah galon digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan lele, sementara bagian atas digunakan untuk menanam pakcoy. Dengan melihat langsung sistem tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar mengenai hubungan antara budidaya ikan, tanaman, dan pemanfaatan barang bekas.
Dosen Pembimbing Lapangan KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, Intan Dwi Persada, S.S., M.Hum., menilai literasi pengelolaan sampah perlu diarahkan tidak hanya pada pemberian pengetahuan, tetapi juga pada praktik yang dapat dilihat dan diterapkan secara langsung oleh siswa.
“Kegiatan literasi pengelolaan sampah ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong mereka untuk melihat bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui AquaSmart, siswa dapat melihat secara langsung penerapan pemanfaatan limbah plastik dalam kegiatan budidaya ikan dan tanaman secara sederhana. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat Desa Cijulang” pungkasnya.
Kepala SD Cijulang, Sudirman, S.Pd., turut menyambut baik kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan mahasiswa KKM. Beliau menilai kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan barang bekas.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKM melalui AquaSmart ini. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap kegiatan pengelolaan sampah seperti ini tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dikembangkan dan diterapkan di masyarakat, khususnya di Desa Cijulang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap siswa dapat mulai membangun kebiasaan untuk lebih peduli terhadap lingkungan sejak dini.”
Baca Juga: Cegah Pergaulan Bebas, KKM STKIP Bina Mutiara Edukasi Siswa SMPN 6 Kalibunder
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Cijulang, Jalaludin, menyambut baik program AquaSmart yang menggabungkan edukasi pengelolaan sampah dengan kegiatan budidaya ikan dan tanaman.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, khususnya melalui program AquaSmart yang mengajarkan pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan lingkungan secara lebih bijak. Kami berharap setelah mahasiswa KKM selesai melaksanakan kegiatan di Desa Cijulang, semangat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah tersebut tetap dapat dilanjutkan oleh masyarakat.”
Sementara itu, Kepala Dusun Cijulang, Encep Sucipto, menilai pemanfaatan barang bekas melalui AquaSmart dapat menjadi contoh sederhana yang mudah dipahami masyarakat.
“Menurut kami, kegiatan AquaSmart ini cukup baik karena memberikan contoh secara langsung bagaimana barang bekas seperti galon dapat dimanfaatkan kembali. Edukasi seperti ini penting untuk dikenalkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka terbiasa melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai barang yang masih dapat dimanfaatkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar.”
Gerakan literasi dan implementasi pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKM yang berlangsung selama satu bulan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pengetahuan mengenai pemanfaatan kembali barang bekas dapat terus diterapkan oleh siswa, lingkungan sekolah, dan masyarakat meskipun kegiatan KKM telah selesai.
AquaSmart juga diharapkan dapat tetap dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di SD Cijulang. Keberadaannya dapat menjadi contoh sederhana bahwa pengelolaan barang bekas tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit dan dapat dimulai dari benda yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Reog Orang dan Tari Kreasi Meriahkan HUT RI ke-80 Bersama Mahasiswa STKIP Bina Mutiara Sukabumi
Program tersebut dilaksanakan oleh 12 mahasiswa Kelompok 17 KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, yaitu Aisyah Firda, Amelia Monica, Dian Alfi Fadilla, Kevin Adrian Wijaya, Miki Agustiani, Mochammad Fauzan, Refa Maulida Melati, Salwa Nabila, Sheila Putri Hapsari, Siti Maulida Nurmala, Suherman, dan Tengku Muhammad Rafli.
Melalui AquaSmart, Kelompok 17 KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi berupaya menghubungkan literasi pengelolaan sampah dengan kegiatan yang dekat dengan kehidupan siswa dan masyarakat. Pemanfaatan galon bekas sebagai media budidaya menjadi salah satu contoh bahwa edukasi mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui praktik sederhana dan kontekstual.
Editor : Ikbal Juliansyah