Sukabumi Update

Tangan Terampil Naink, Putra Geopark Ciletuh yang Bertahan Merawat Kerajinan Gitar Handmade

Naink (berkaus singlet hijau) bersama Ryan seniman Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi, menunjukkan gitar handmade berbahan kayu pilihan yang diproduksinya secara manual di rumah. (Sumber Foto: SU/Ragil)

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah gempuran industri alat musik modern berbasis mesin otomatis, sentuhan keahlian tangan (handmade) tetap dipertahankan oleh seorang pengrajin lokal dari kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi.

Pria itu adalah Ajat Sudrajat (45) atau akrab disapa Naink, warga Kampung Babakan Jati RT 02/RW 06, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas. Putra daerah asli Ciletuh ini telah menekuni seni pembuatan gitar secara manual sejak tahun 1990.

Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade dan kemahirannya di bidang mebel, Naink merakit tiap sudut instrumen di bengkel rumahannya. Seluruh proses pembuatan dikerjakan secara telaten tanpa bergantung pada mesin produksi massal modern.

Kualitas karya Naink terletak pada pemilihan bahan baku utama yang menggunakan kayu pilihan berkualitas tinggi (full solid). Beragam jenis kayu keras ia olah menjadi badan gitar berkarakter, seperti kayu mahoni, sonokeling, hingga kayu jati Rembang tua.

“Semua dikerjakan secara manual. Bahan yang digunakan juga full kayu pilihan dan ada beberapa bahan mentah yang sudah siap untuk diproduksi,” ujar Naink kepada sukabumiupdate.com, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Menengok Galeri IKM Kerajinan Limbah Kerang di Ujunggenteng, Dorong Kreativitas Warga Pesisir

Selain memproduksi gitar dengan desain standar, Naink melayani pesanan kustom (custom-made). Para pencinta musik bebas menentukan spesifikasi, model, hingga karakter suara gitar yang diinginkan.

Durasi pengerjaan satu unit gitar memakan waktu sekitar dua minggu. Namun, untuk tingkat kesulitan rumit dan desain kustom tingkat tinggi, waktu produksi membutuhkan waktu hingga satu bulan.

Harga gitar buatan tangan tersebut pun cukup bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta, Rp2 juta hingga Rp3 juta. Selain gitar akustik, Naink juga menyediakan model gitar akustik elektrik.

Selain dikenal sebagai pengrajin gitar, Naink juga memiliki keahlian dalam bidang mebel dan furnitur. Kemampuan mengolah kayu yang telah diasah selama puluhan tahun menjadi modal utama dalam menciptakan gitar dengan karakter dan kualitas tersendiri.

Namun, perjalanan Naink untuk memperkenalkan produk lokal asal Geopark Ciletuh ke pasar yang lebih luas masih menghadapi sejumlah kendala. Persoalan pemasaran menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi, selain keterbatasan peralatan produksi yang lebih modern.

Hingga saat ini, ia mengaku belum memiliki wadah khusus untuk memasarkan produk kerajinan gitarnya secara lebih luas. Karena itu, Naink berharap adanya masukan, dukungan serta dorongan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, agar kerajinan tangan lokal tersebut tidak berhenti begitu saja.

Baca Juga: Menjaga Tradisi, Warga Cisuren Sukabumi Lestarikan Kerajinan Anyaman Bambu

Ia berharap karya putra daerah dari kawasan Geopark Ciletuh dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Sukabumi, bahkan mampu bersaing hingga ke pasar nasional dan internasional.

Dukungan terhadap karya Naink juga datang dari kalangan seniman. Seniman Geopark Ciletuh, Ryan Pra Ramadhan (32 tahun), menilai produk gitar buatan Naink memiliki kualitas yang layak untuk dipromosikan lebih luas.

“Produknya sangat recommended. Perlu ada dukungan dari semua pihak agar hasil kerajinannya bisa tembus ke pasar nasional bahkan internasional,” ujar Ryan.

Menurutnya, keberadaan pengrajin seperti Naink menjadi salah satu bukti bahwa kawasan Geopark Ciletuh tidak hanya memiliki potensi keindahan alam, tetapi juga menyimpan kekayaan sumber daya manusia dan kreativitas masyarakat lokal.

Dengan bahan baku kayu berkualitas, proses produksi handmade serta pengalaman lebih dari tiga dekade, gitar karya Naink menjadi bukti bahwa potensi kerajinan lokal dari pelosok Sukabumi memiliki peluang besar untuk menembus pasar alat musik yang lebih luas.

Bagi Naink, setiap gitar bukan sekadar alat musik. Lebih dari itu, karya tersebut merupakan hasil perjalanan panjang, ketekunan dan harapan agar kerajinan tangan asli Geopark Ciletuh terus hidup, berkembang dan dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT