Sukabumi Update

80,6 Persen Rakyat Indonesia Sudah Terhubung Internet, Potensi Pasar Ekonomi Digital

Ilustrasi AI. Penetrasi internet nasional yang telah mencapai 80,6 persen (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengatakan penetrasi internet nasional yang telah mencapai 80,6 persen. Data ini menjadi peluang bagi usaha rakyat untuk mengembangkan pasar digital.

Fokus pemerintah saat ini akan bergeser dari sekadar mendorong UMKM go digital menjadi go produktif dan go kompetitif. "Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif," ujar Nezar dalam Gala Dinner dan Serah Terima Amanah (SERTINAH) Pengurus Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Nezar, perkembangan konektivitas harus memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Teknologi digital seharusnya tidak berhenti pada kemampuan UMKM membuka toko daring, menggunakan media sosial, atau masuk ke marketplace.

Baca Juga: Dump Truck Terguling di Cikembar Sukabumi, Batu Karang Berhamburan Timpa Rumah Warga

Lebih jauh, platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu UMKM naik kelas. "Ada banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat, dengan adanya go produktif dan go kompetitif melalui platform digital ini, sejumlah UMKM naik kelas, sejumlah UMKM juga bisa besar. Dan ada banyak yang sudah go global juga." katanya dilansir dari suara.com.

Tantangan Baru 

Pergeseran fokus tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama digitalisasi UMKM kini bukan lagi sekadar konektivitas. Ketika semakin banyak masyarakat terhubung internet, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi benar-benar digunakan untuk menciptakan nilai ekonomi. UMKM perlu mampu memanfaatkan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

Nezar juga menilai peningkatan daya saing tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Ekosistem bisnis yang saling terhubung diperlukan agar pelaku UMKM dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, hingga peluang usaha.

Baca Juga: Karhutla Kabupaten Sukabumi Terluas di Jabar, Dampak Kekeringan di Kota Sukabumi Capai 31 Ribu Jiwa

Karena itu, ia mendorong komunitas seperti TDA untuk terus memperkuat jejaring antar pelaku usaha. Bagi pemerintah, transformasi digital UMKM pada akhirnya bukan sekadar soal berapa banyak usaha yang sudah online, melainkan seberapa jauh teknologi mampu membuat bisnis menjadi lebih produktif, kompetitif, dan bahkan menembus pasar global.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT