Sukabumi Update

Dinas PU Apreasiasi Aqua: Perbaikan Jalan Caringin-Cidahu Sukabumi, Alasan Pelaksana Pilih Konstruksi Cor Beton

Dinas PU apresiasi perbaikan jalan caringin cidahu sukabumi oleh Aqua (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Ruas jalan Caringin-Cidahu di Kampung Caringin, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, kembali dilakukan perbaikan dengan konstruksi beton. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT Aqua Golden Mississippi (Danone-AQUA) Mekarsari sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap penggunaan jalan kabupaten yang turut menunjang aktivitas operasional perusahaan.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh mengatakan, pemeliharaan ruas jalan Caringin-Cidahu oleh PT Aqua Golden Mississippi (Danone-AQUA) Mekarsari telah dilakukan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan pemanfaatan aset jalan milik pemerintah daerah oleh perusahaan, terutama karena ruas tersebut digunakan untuk mobilisasi kendaraan pengangkut hasil produksi perusahaan.

"Hal ini sesuai ketentuan UU Jalan Nomor 38 Tahun 2004 dan perubahannya UU Nomor 2 Tahun 2022. Perusahaan telah mengajukan permohonan pemanfaatan aset pemerintah daerah dengan melaksanakan kewajiban pemeliharaan rutin dan berkala sehingga jalan tetap dalam kondisi mantap," ujar Asep saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Karhutla Meluas di Simpenan Sukabumi: 4 Hektare Kebun Jati Terbakar, Api Ancam Permukiman

Ia menjelaskan, peran perusahaan dalam menjaga kondisi jalan juga sejalan dengan Permen PU Nomor 1 Tahun 2012 tentang peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan. Dalam aturan tersebut, pihak yang memanfaatkan jalan dapat ikut berperan dalam menjaga dan memelihara infrastruktur jalan.

Asep menyebut, ruas Caringin-Cidahu merupakan salah satu akses yang digunakan kendaraan operasional perusahaan dengan beban kendaraan yang cukup tinggi. Karena itu, tahun ini sebagian segmen jalan dilakukan perbaikan menggunakan konstruksi beton.

Menurutnya, penggunaan konstruksi beton menjadi salah satu upaya untuk memperpanjang umur ekonomis jalan, khususnya pada ruas yang dilalui kendaraan dengan beban melebihi kapasitas jalan. "Hal ini disambut baik oleh Dinas PU karena dengan konstruksi beton umur ekonomis jalan menjadi semakin panjang untuk ruas jalan yang dilalui kendaraan melebihi kapasitasnya," katanya.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional: BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik

Selain faktor beban kendaraan, kondisi saluran air di sekitar jalan juga menjadi perhatian dalam pekerjaan tersebut. Asep menyebut, pada beberapa titik saluran air belum optimal karena posisi rumah atau bangunan warga sudah cukup dekat dengan badan jalan.

Dengan adanya pekerjaan tersebut, elevasi jalan juga diperhitungkan agar tidak lebih tinggi dari lingkungan sekitar yang berpotensi menyebabkan air masuk ke area permukiman saat hujan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, Asep mengatakan Dinas PU juga melakukan koordinasi dengan pihak forkopimcam dan stakeholder setempat. Koordinasi dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar serta seluruh pihak terkait dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Baca Juga: Viral Janda Lansia di Cibadak Mengaku Tak Pernah Dapat Bansos, Pemdes Ungkap Riwayat Bantuan

Ia berharap langkah yang dilakukan PT Aqua Golden Mississippi (Danone-AQUA) Mekarsari dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang aktivitasnya menggunakan ruas jalan kabupaten agar ikut berkontribusi dalam menjaga fasilitas umum. "Dinas PU juga menekankan agar perusahaan lain yang melintasi ruas yang sama dengan kendaraan melebihi kapasitas ikut berperan untuk menjaga fasilitas umum dengan memelihara jalan untuk kepentingan bersama," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama CV Batu Alam Mandiri (BAM), Good Mundur Gunawan menjelaskan, pekerjaan pengecoran tahap kedua ruas Caringin-Cidahu menggunakan beton dengan spesifikasi K-500. Menurutnya, beton tersebut memiliki waktu setting sekitar 24 jam sehingga jalan dapat kembali digunakan setelah proses pengerjaan selesai.

"Setting betonnya cuma 24 jam. Setelah 24 jam bisa dilalui," ujar Good.

Baca Juga: Kerjasama Usaha Ternak, Tokoh Agama di Sukabumi Laporkan Dugaan Penipuan Rp284 Juta

Ia menjelaskan, proses pekerjaan tidak hanya dilakukan dengan pengecoran, tetapi diawali dengan pengerukan jalan lama. Tahapan tersebut dilakukan agar permukaan jalan nantinya tetap rata dengan kondisi jalan yang sudah ada.

"Kalau di atas jalan pengerjaannya bisa lebih cepat, sehari beres. Cuma karena harus dikeruk, terus buang puingnya, itu yang membuat agak lama," katanya.

Good menyebut, pengerjaan tahap kedua dilakukan pada segmen jalan dengan panjang sekitar 95 meter dan lebar total kurang lebih 4,5 meter. Proses pengerukan hingga persiapan pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 11 jam.

Baca Juga: Marc Klok Hadapi PSM Makassar, Targetkan Kemenangan PERSIB di Laga Pembuka Super League 2026/2027

"Teknisnya dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam, sekitar 11 jam pengerukannya," jelasnya.

Ia mengatakan, beton K-500 dipilih karena memiliki mutu yang sesuai untuk jalan dengan aktivitas kendaraan tinggi. Menurutnya, beton memiliki beberapa tingkat waktu pengerasan, mulai dari beberapa jam hingga hitungan hari, dan yang digunakan pada pekerjaan ini adalah tipe 24 jam.

"Beton itu ada yang tiga jam, delapan jam, 12 jam, 24 jam, tiga hari, tujuh hari sampai 21 hari. Yang ini 24 jam," ucapnya.

Baca Juga: Termasuk Gedung Aher, DPRD Ungkap 29 Proyek di Kota Sukabumi yang akan Dibiayai Pinjaman Rp89,3 Miliar

Good memastikan penggunaan beton K-500 tetap mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditentukan dan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. "Yang penting tidak mengurangi spek. K-500 mutunya lebih bagus dibanding mutu di bawahnya seperti K-400 atau K-300," katanya.

Selain menggunakan beton K-500, pekerjaan tersebut juga dilengkapi dengan penguatan berupa wiremesh ukuran 10 yang dipasang dua lapis. "Wiremesh ada, wiremesh 10. Dua lapis," ujarnya.

Ia memastikan setelah masa pengeringan selesai, jalan dapat kembali dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan dengan beban berat. "Full bisa dilalui. Tronton-tronton juga bisa," katanya.

Baca Juga: Saddil Ramdani Beri Sinyal Tinggalkan Persib Bandung, Gabung Persebaya ?

Good menjelaskan, pengecoran tahap kedua tersebut dilakukan pada Sabtu (5/9/2026). Setelah proses pengeringan selama 24 jam, ruas jalan ditargetkan kembali dibuka untuk kendaraan dua arah pada Senin (7/9/2026) pagi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas adanya gangguan selama proses pekerjaan berlangsung. Menurutnya, penyesuaian akses sementara dilakukan agar hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

"Karena terganggu selama kegiatan ini, dari Aqua, PU, dan Batu Alam mohon maaf sebesar-besarnya. Tapi ini demi kebaikan," ujarnya.

Baca Juga: Ketua Dewan Pers Kecam Oknum Wartawan yang Diduga Intimidasi Guru di Sukabumi

Good meminta dukungan masyarakat agar proses pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. "Minta support-nya terhadap kegiatan ini supaya bisa berjalan baik dan tidak terlambat. Kalau ada pengertian dari masyarakat, insyaallah berjalan lancar sesuai yang diharapkan," pungkasnya. (adv)

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT