Sukabumi Update

UMMI Kembangkan Prototipe Sampo Herbal Antiketombe Berbasis Seledri dan Jahe

Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mengembangkan prototipe sampo herbal antiketombe berbahan ekstrak seledri dan jahe. (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) terus mendorong pemanfaatan bahan alam lokal melalui riset dan inovasi produk. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan prototipe sampo herbal antiketombe berbahan ekstrak seledri (Apium graveolens) dan jahe (Zingiber officinale var. amarum). 

Penelitian yang diketuai oleh Dr. Reni Mulyani dari Program Studi Kimia UMMI dan disupport oleh kemenristek Dikti melalui program BIMA Tahun 2026 ini tidak hanya berfokus pada formulasi produk, tetapi juga mencakup pengujian mutu, stabilitas, aktivitas antiketombe, karakterisasi senyawa aktif, hingga evaluasi keamanan. Pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya Tahun 2024 yang telah menghasilkan formulasi awal sampo berbasis kombinasi ekstrak seledri dan jahe. 

Hasil penelitian awal menunjukkan karakteristik mutu fisik yang baik serta adanya aktivitas antiketombe secara in vitro. Memasuki tahun 2026, penelitian dikembangkan secara lebih komprehensif untuk memperkuat kesiapan prototipe. Tahapan penelitian meliputi standardisasi bahan baku dan ekstrak, optimasi formula, pengujian mutu dan stabilitas, pengujian aktivitas antiketombe, karakterisasi senyawa bioaktif, serta evaluasi keamanan melalui pengujian in vivo

Baca Juga: Dugaan Suap HGB, Bos Summarecon Ikut Terjaring OTT KPK di BPN Kabupaten Bogor

Pemilihan seledri dan jahe sebagai bahan aktif didasarkan pada potensi senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Seledri diketahui mengandung berbagai senyawa dari kelompok flavonoid dan fenolik, sedangkan jahe memiliki senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol. Kandungan tersebut menjadi dasar ilmiah dalam mengkaji potensi kombinasi kedua tanaman tersebut sebagai bahan aktif untuk pengembangan kosmetik berbasis bahan alam. 

Untuk mendukung proses hilirisasi, tim peneliti juga telah menyusun blueprint pengembangan prototipe yang memuat spesifikasi bahan baku, komposisi formula, alur proses produksi, parameter mutu, rancangan kemasan, serta dokumentasi hasil pengujian. Blueprint tersebut menjadi salah satu dokumen penting dalam memastikan pengembangan produk dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi. 

Dari sisi perlindungan kekayaan intelektual, Blueprint Pengembangan Prototipe Sampo Herbal Antiketombe Berbasis Ekstrak Seledri dan Jahe dengan Pendekatan Standardisasi Mutu dan Evaluasi Keamanan In Vivo (Pra-Klinis) telah memperoleh pencatatan hak cipta pada 2026 dengan nomor pencatatan 001342021. 

Baca Juga: Warga Miskin Desil 9, BPS Kota Sukabumi Sebut Data Bersifat Relatif: Bukan Hasil Sensus Ekonomi 2026

Tim peneliti akan melanjutkan penyelesaian pengujian mutu dan stabilitas, validasi pada lingkungan yang relevan, serta penyempurnaan dokumen teknis dan spesifikasi produk. Tahapan tersebut diperlukan untuk mempersiapkan prototipe menuju skala pilot, pemenuhan persyaratan regulasi, dan pengembangan lebih lanjut ke arah komersialisasi.

Pengembangan sampo herbal berbasis seledri dan jahe menjadi bagian dari upaya UMMI dalam mendorong hilirisasi hasil riset sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan alam lokal. Inovasi ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama dengan pelaku UMKM maupun industri kosmetika. Meski demikian, pengembangan menuju produk komersial akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh pengujian, validasi, dan persyaratan regulasi yang berlaku terpenuhi. 

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tahap laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem produk kosmetik berbasis bahan alam lokal. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT