Sukabumi Update

BP Mektan Latih 30 Perwakilan Gapoktan dan UPJA se-Jabar Operasikan Combine Harvester

Ketua Tim Pengembangan Alsintan UPTD BP Mektan Jabar, Tatang Sulaiman, saat memberikan materi terkait Pengoperasian dan Perawatan Combine Harvester. (Sumber Foto: Dok. BP Mektan)

SUKABUMIUPDATE.com - UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu pemateri dalam Pelatihan Pemanfaatan dan Pemeliharaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, tersebut berlangsung di Ruang Flamboyan UPTD Balai Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Bapeltan) Provinsi Jawa Barat, Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Senin (21/9/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan UPTD Bapeltan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan UPJA dan Gapoktan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Berdasarkan laporan Kepala UPTD Bapeltan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, dan keterampilan teknis para pengelola UPJA serta Gapoktan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pemeliharaan alsintan guna mendukung produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga: Tekan Polusi dan Sampah, BP Mektan Jabar Kembangkan Insinerator Ramah Lingkungan

Dalam arahannya, Kadistanhorti Jabar Dadan Hidayat menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern di bidang pertanian. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga, merawat, dan memaksimalkan penggunaan alsintan agar dapat terus membantu petani meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan.

"Alsintan harus dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Pengembangan Alsintan UPTD BP Mektan Jabar, Tatang Sulaiman, menjadi narasumber dengan materi Pengoperasian dan Perawatan Combine Harvester (alat pemanen modern yang mempermudah pekerjaan petani).

Sesi pelatihan berlangsung selama satu jam dan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bagian dan fungsi combine harvester, pemeriksaan sebelum pengoperasian, teknik pengoperasian yang benar dan aman, perawatan harian, hingga penanganan gangguan sederhana pada mesin.

"Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengenali bagian dan fungsi combine harvester, melakukan pemeriksaan sebelum operasi, mengoperasikan mesin secara benar dan aman, melakukan perawatan harian, mengenali gangguan sederhana, serta menjaga efisiensi dan kualitas hasil panen," kata Tatang.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di wilayah masing-masing serta membagikannya kepada petani lain. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Distanhorti Provinsi Jawa Barat dalam mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kesejahteraan petani di Jawa Barat. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT