Sukabumi Update

Revolusi Strike di Palabuhanratu: Booster dan Atraktor Bikin Nelayan Badong Sukabumi Panen Ikan

Hasil tangkapan pemancing dan nelayan badong di Palabuhanratu Sukabumi (Sumber : dok tim)

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar gembira datang dari perairan Palabuhanratu, Sukabumi. Aktivitas memancing di badong (bagan apung wisata pancing) kini tidak lagi sekadar mengandalkan keberuntungan. Berkat inovasi teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh tim dosen dan peneliti dari IPB University, para nelayan dan pemancing kini bisa merasakan sensasi "banjir ikan" dengan tingkat keberhasilan tangkapan yang jauh lebih tinggi.

Terobosan ini hadir melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim DOSPULKAM (Dosen Peduli Lingkungan dan Masyarakat) IPB University dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), FPIK IPB, di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, pada 30 Agustus 2026.

Teknologi Kunci Keberhasilan

Ketua Tim DOSPULKAM, Dr. Zulkarnain, menjelaskan inovasi utama terletak pada penggunaan booster umpan beku yang dikombinasikan dengan atraktor sabut kelapa. Teknologi ini dirancang untuk merangsang nafsu makan ikan dan mengumpulkan gerombolan ikan di sekitar area pancing secara efektif.

Baca Juga: Ambruk Sejak 2024: Butuh Akses Vital, Warga Tegallega Sukabumi Patungan Perbaiki Jembatan Cikaso

"Selama ini tantangan terbesar di badong adalah bagaimana mempertahankan daya tarik umpan dalam waktu lama. Melalui penelitian bertahap, kami menemukan formula booster umpan beku yang mampu bekerja optimal selama operasi penangkapan 12 jam," ujar Dr. Zulkarnain dalam keterangannya.

Dalam uji coba lapangan yang melibatkan KUB Ratu Sagara Mandiri, tim melakukan eksperimen pada tiga unit badong dengan perlakuan berbeda selama 6 trip penangkapan.

Hasilnya sangat mencengangkan. Badong 05, yang menerapkan strategi pengisian ulang umpan secara berkala (setiap 4 jam) dengan total penggunaan 4,5 kg booster umpan beku, mencatatkan performa terbaik.

Baca Juga: Belum Berizin, Pengerukan Tanah untuk Tol Bocimi di Nagrak Sukabumi Disetop Sementara

Badong 05 berhasil meraup hasil tangkapan sebesar 342,4 kg atau menyumbang 64% dari total tangkapan seluruh unit uji coba. Angka ini melonjak drastis dibandingkan Badong 01 (98,9 kg) dan Badong 03 (92,5 kg) yang hanya menggunakan umpan statis.

"Margin produksi Badong 05 terhadap Badong 03 mencapai 270,3%. Ini membuktikan bahwa strategi penggantian umpan secara berkala dengan booster yang tepat sangat efektif," tambah Dr. Zulkarnain.

Ilustrasi pemancing dan nelayan di Palabuhanratu Kabupaten SukabumiIlustrasi pemancing dan nelayan di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

Ikan Layur (Trichiurus lepturus) tercatat sebagai jenis ikan dominan yang berhasil ditaklukkan para pemancing selama uji coba, memberikan kepuasan tersendiri bagi para anggota KUB Ratu Sagara Mandiri dan komunitas GNR Fishing.

Baca Juga: 10 Link Twibbon HUT TNI dan Ucapan yang Menarik Untuk Media Sosial

Dukungan Penuh Pemerintah dan Nelayan

Kegiatan diseminasi ini dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, termasuk Sekretaris Desa Loji, Hadiansyah, serta perwakilan Bapperida Kabupaten Sukabumi. Antusiasme nelayan skala kecil dan pemilik badong sangat tinggi mengingat potensi ekonomi yang menjanjikan.

Ipi Iskandar, Ketua KUB Ratu Sagara Mandiri, menyambut baik inovasi ini. Bagi para pemilik kapal dan pemancing lokal, teknologi ini bukan hanya soal jumlah ikan, tapi juga efisiensi biaya dan waktu.

Wisata Pancing yang Ramah Lingkungan

Lebih dari sekadar meningkatkan pendapatan, inovasi ini membawa misi konservasi yang penting. Dr. Zulkarnain menegaskan bahwa pancing di badong adalah alternatif utama pengganti alat tangkap bagan liftnet yang cenderung tidak selektif dan dapat merusak keberlanjutan sumber daya ikan.

Baca Juga: Curug Cipadaresi Cigalontang, Perjalanan Panjang Terbayar dengan Gagahnya Air Terjun 50 Meter

"Pemberdayaan ini adalah amanah Tridharma Perguruan Tinggi. Kami ingin memastikan bahwa Palabuhanratu tidak hanya menjadi destinasi wisata pancing yang produktif bagi wisatawan weekend, tetapi juga menjadi contoh perikanan yang berkelanjutan," tegasnya.

Dengan kombinasi atraktor sabut kelapa yang dipasang permanen dan booster umpan beku yang dinamis, masa depan perikanan badong di Palabuhanratu terlihat semakin cerah. Nelayan sejahtera, wisatawan puas, dan laut tetap lestari.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT