SUKABUMIUPDATE.com - Penguatan sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga UMKM menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka ke Kabupaten Sukabumi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan studi tiru sekaligus bertukar pengalaman mengenai strategi perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengoptimalkan potensi lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan.
Baca Juga: SP4N Lapor Kota Sukabumi: 17 Aduan Masyarakat Sepanjang September 2026
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 1-2 Oktober 2026. Rombongan Bappedalitbang Kabupaten Majalengka berjumlah 25 orang yang terdiri dari unsur Bappedalitbang, Dinas KP3, Dinas Sosial, serta Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka. Rangkaian kegiatan diawali dengan Forum Group Discussion (FGD) di Kantor Bapperida Kabupaten Sukabumi pada Kamis (1/10/2026).
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada kaji tiru kebijakan pemberdayaan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Menurut Boyke, pertukaran pengalaman antardaerah penting dilakukan untuk memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
Baca Juga: Kejar Kemandirian Fiskal, Bapenda Sukabumi Genjot Inovasi dan Strategi Peningkatan Pendapatan
“Melalui kegiatan ini, kita bisa saling belajar dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana potensi sektor ekonomi masyarakat dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung upaya penanggulangan kemiskinan,” kata Boyke dalam keterangan yang diterima, pada Senin (5/10/2026).
Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan, rombongan Bappedalitbang Majalengka juga diajak melihat langsung praktik pemberdayaan masyarakat di lapangan. Pada hari kedua, Jumat (2/10/2026), kunjungan dilanjutkan ke sektor perikanan serta IKM/UMKM di wilayah Cisaat. Rombongan kemudian melihat sektor pertanian di wilayah Sukaraja.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat, kelembagaan ekonomi, serta berdiskusi dengan kelompok tani dan pemangku kepentingan terkait pola pemberdayaan yang telah diterapkan.
Baca Juga: Solusi Penerangan di Desa Bumisari, Mahasiswa KKN Nusa Putra Pasang Lampu Jalan Tenaga Surya
Boyke menilai pembelajaran secara langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan. Sebab, kebijakan yang disusun pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kondisi dan potensi yang benar-benar ada di masyarakat.
“Harapannya, hasil diskusi dan pembelajaran di lapangan ini dapat menjadi bahan pengayaan dalam merumuskan program dan kebijakan pembangunan yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan usaha mikro, kecil dan menengah memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara terintegrasi. Karena itu, kolaborasi dan pertukaran pembelajaran antardaerah dinilai penting untuk mencari pendekatan yang lebih efektif dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, termasuk kemiskinan.
Baca Juga: Hadiri HUT ke-81 TNI di Palabuhanratu, Bupati: Sinergi TNI-Masyarakat Kunci Sukabumi Mubarokah
Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring pembelajaran antarpemerintah daerah. Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Majalengka memiliki karakteristik serta potensi daerah yang dapat menjadi sumber pertukaran pengalaman dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembelajaran yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan kemudian diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” pungkas Boyke.
Editor : Fitriansyah