Sukabumi Update

Produktivitas Padi Sukabumi Ditargetkan Naik Hampir 2 Kali Lipat, Distan Perluas PM-AAS ke 47 Kecamatan

Kadistan Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin saat memberikan sambutan dalam acara launching sekolah lapang PM-AAS di Cisaat. (Sumber Foto: Dok. Distan)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, menargetkan produktivitas padi meningkat hampir dua kali lipat melalui penerapan Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS). Dari rata-rata saat ini 5,7 ton per hektare, produktivitas padi ditargetkan mencapai minimal 10 ton per hektare.

Untuk mengejar target tersebut, Distan Kabupaten Sukabumi mulai memperluas penerapan PM-AAS melalui sekolah lapang yang direncanakan berlangsung di 47 kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan sekolah lapang menjadi sarana bagi petani untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan metode pertanian modern secara langsung di lahan.

“Kita mulai mengadakan sekolah lapang PM-AAS dalam upaya meningkatkan produktivitas padi per hektare. Sekolah lapang ini akan dilaksanakan di 47 kecamatan,” ujar Aep dalam keterangan yang diterima, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Padi, Wabup Sukabumi Resmikan Sekolah Lapang PM-AAS di Cisaat

Menurut Aep, program tersebut tidak sekadar memberikan pemahaman kepada petani mengenai teknologi pertanian modern. Lebih dari itu, penerapannya diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil panen pada setiap hektare lahan.

Saat ini, produktivitas padi di Kabupaten Sukabumi masih berada di kisaran 5,7 ton per hektare. Melalui PM-AAS, pemerintah daerah berupaya meningkatkan capaian tersebut hingga minimal 10 ton per hektare.

“Mudah-mudahan berjalan lancar sehingga produksinya minimal 10 ton per hektare. Hari ini produktivitas kita baru 5,7 ton per hektare,” katanya.

Perluasan sekolah lapang PM-AAS di 47 kecamatan diharapkan membuat penerapan pertanian modern tidak hanya terpusat di satu wilayah atau lokasi percontohan.

Melalui kegiatan tersebut, petani diharapkan dapat memahami dan menerapkan pola budidaya yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil produksi.

Baca Juga: Dukung Bioetanol Nasional, Distan Sukabumi Siapkan 30 Ribu Hektare Lahan Jagung dan Singkong

Dengan demikian, peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya bergantung pada penambahan luas lahan pertanian, tetapi juga optimalisasi hasil panen dari lahan yang sudah tersedia.

Aep berharap pelaksanaan sekolah lapang mendapat dukungan dari seluruh pihak, terutama petani yang menjadi pelaku utama dalam penerapan program tersebut.

“Mohon dukungannya dari semua. Mudah-mudahan sekolah lapang ini berjalan lancar dan target peningkatan produktivitas dapat tercapai,” pungkasnya.

Peluncuran sekolah lapang PM-AAS dipusatkan di Kampung Cijambe Girang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, pada (30/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal perluasan penerapan sistem pertanian modern di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT