SUKABUMIUPDATE.COM - Sejumlah penyelidik, Kamis, mencari alasan di balik penembakan membabibuta oleh seorang remaja di Carolina Selatan, yang menewaskan ayahnya dan melukai dua murid serta seorang guru sebelum dilumpuhkan relawan penyelamatan.
Kejadian tersebut adalah rangkaian terkini penembakan di sekolah di Amerika Serikat, yang memunculkan perdebatan tentang penggunaan senjata di negara itu.
Bocah pria berusia 14 tahun itu, yang namanya tidak disebutkan, menembak dan membunuh ayahnya, Jeffrey DeWitt Osborne (47), pada Rabu sore.
BACA JUGA. Seorang Anak Menembak Ayah dan Gurunya di Sekolah
Ia kemudian menuju sekolah dasar Townville, menembak dua bocah pria dan seorang perempuan guru dengan menggunakan senapan sebelum dilumpuhkan relawan petugas penyelamatan, kata pernyataan polisi Kamis.
Pihak berwenang menyatakan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan jika ada keterkaitan antara pria bersenjata dan para korban di sekolah, namun mengabaikan terorisme dan tindakan berbau SARA sebagai faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
Tersangka di tahanan dan diperiksa sejumlah penyelidik pada Rabu malam, kata Sheriff Kabupaten Anderson, John Skipper, dalam jumpa pers.
"Kami sedang memproses dia secara hukum," ujarnya menambahkan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa tersangka sekolah di rumahnya dan memanggil neneknya agar datang ke rumahnya dan mendapati ayahnya.
"Dia (nenek) tidak mengerti apa yang dikatakan bocah itu karena dia menangis dan kecewa sehingga mereka pergi ke rumah itu dan nenek itu diselamatkan oleh putranya dengan memanggil 911," kata Kolonel Greg Shore dalam konferensi pers.
Selanjutnya, bocah itu mengemudikan truk sekitar 2 mil (3,2 kilometer) menuju sekolah dan menabrak pagar arena bermain sebelum menembak tiga korban yang lain, kata polisi.
Seorang bocah, Jacob Hall (6), tertembak pada bagian kakinya, kata polisi.
Dia dalam keadaan kritis, kata pernyataan juru bicara Balai Kesehatan Greenville, Sandy Dees.
Seorang bocah lain, yang juga berusia enam tahun, menurut laporan media, tertembak pada bagian telapak kaki dan guru tertembak pada bagian bahu, demikian pihak berwenang.
Keduanya dirawat dan dipulangkan dari rumah sakit, demikian pernyataan juru bicara Pusat Perawatan Kesehatan AnMed.
Petugas penyelamatan sukarelawan Jamie Brock melumpuhkan remaja tersebut setelah dia mulai menembak, demikian kata Direktur Pelayanan Kegawatdaruratan Kabupaten Anderson Taylor Jones dalam konferensi pers.
Brock (30) yang merupakan seorang veteran Sukarelawan Dinas Kebakaran Townville mendapat pujian di media sosial sebagai pahlawan dan disarankan dalam tindakan pencegahan pembantaian di sekolah lain.
Polisi tiba di lokasi beberapa menit setelah menerima panggilan di 911 untuk membawa tersangka ke tahanan.
Dia tidak pernah memasuki bangunan sekolah, kata Wakil Kepala Sekolah Keith Smith.
Sekitar 280 murid hadir di sekolah di Kabupaten Anderson dekat dengan negara bagian Georgia atau sekitar 100 mil (160 kilometer) di sebelah timurlaut Atlanta.
Sekolah tersebut akan ditutup pada Kamis dan Jumat (30/9) saat pihak berwenang melakukan investigasi.
Sekolah di AS memperketat pengamanan sebagai tindakan pencegahan sejak 2012 saat seorang pria bersenjata menembak dan membunuh 20 anak-anak dan enam tenaga pengajar di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut.
Tidak lama setelah penembakan, petugas bersenjata mengawal para murid saat melakukan perjalanan dengan bus dari sekolahan tersebut menuju dekat gereja, demikian media melaporkan.
Foto di media menunjukkan sekelompok polisi sekolahan, dengan beberapa petugas di antaranya di atas atap.
Peristiwa Rabu lalu terjadi setelah insiden Texas pada bulan ini yang menyebabkan gadis berusia 14 tahun tertembak dan melukai teman satu sekolahan sebelum tewas oleh tembakan bunuh diri.
Editor : Administrator