SUKABUMIUPDATE.COM - Topan Matthew, angin ribut yang sangat kuat akan terbentuk di Atlantik sejak Topan Felix pada tahun 2007, mengaduk wilayah-wilayah di sepanjang Karibia pada Sabtu dalam suatu lintasan ke Jamaika dan Haiti pada Senin.
Topan Matthew dengan kecepatan angin sekitar 150 mil per jam, bisa jadi badai di pesisir bagian selatan Jamaika, tempat ibu kotanya Kingston terletak, dan satu-satunya pengilangan minyaknya.
Matthew juga dapat berdampak terhadap daerah-daerah tujuan wisata seperti Montego Bay di bagian utara dan juga pesisir di bagian baratdaya Haiti, kata peramal cuaca.
Matthew berada sekitar 620 kilometer sebelah tenggara Kingston dan Pusat Topan Nasional Amerika Serikat membuat peringkatnya pada kategori 4 dari skala lima langkah intensitas topan Saffir-Simpson. Sebelumnya badan itu membuat skalanya di Kategori 5.
"Matthew diperkirakan menghasilkan akumulasi hujan 15 hingga 25 inci (38-63 cm) di bagian selatan Haiti, dengan kemungkinan maksimum 40 inci," menurut pusat yang berkedudukan di Miami itu.
Topan Matthew bisa menimbulkan kerusakan seperti yang Haiti alami saat Topan Gilbert terjadi pada tahun 1988. Tapi Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness mengatakan kepada kantor berita Reuters dalam wawancara lewat telepon bahwa ia optimistik menghadapinya.
"Dampak dari topan itu akan bisa sama atau lebih besar daripada Topan Gilbert, tetapi kami telah membuat persiapan lebih baik dan karena itu kami akan membuat langkah-langkah mitigasi menghadapi dampak-damapak yang ditimbulkan," kata Holness, menambahkan bahwa sektor pertanian dan pariwisata kemungkinan terkena dampaknya.
Editor : Administrator