Sukabumi Update

Netanyahu Tolak Pembentukan Negara Palestina: Itu Tidak Akan Terjadi

PM Israel Netanyahu saat Pidato di Sidang Umum PBB (Sumber : Youtube | United Nation).

SUKABUMIUPDATE.com - Ide mengenai pembentukan Negara Palestina kembali ditolak oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia berujar dan bersikeras bahwa hal itu tidak akan mungkin terjadi.

Dikutip dari Le Monde, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Selasa, 27 Januari, bahwa Israel akan mengalihkan fokus kebijakannya pada pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza setelah seluruh sandera terakhir dipulangkan dari wilayah Palestina. 

Ia menegaskan, tidak akan ada proses rekonstruksi di Gaza sebelum kedua agenda tersebut sepenuhnya terlaksana.

Netanyahu juga menegaskan penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina di Jalur Gaza. Ia menyatakan Israel akan tetap mempertahankan kendali keamanan penuh atas Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, meskipun dukungan dan pengakuan internasional terhadap kedaulatan Palestina terus meningkat.

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Netanyahu menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mengizinkan berdirinya negara Palestina di Gaza. Ia mengklaim telah berulang kali menggagalkan upaya pembentukan negara Palestina dan menegaskan bahwa Israel akan mempertahankan kontrol keamanan “dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania,” termasuk di Jalur Gaza.

Baca Juga: Kekhawatiran Perang Dunia 3 Pecah! 27 Pemimpin Negara Eropa Disebut Rapat dan Bersiap

“Saya mendengar bahwa saya akan mengizinkan berdirinya negara Palestina di Gaza, ini belum terjadi dan itu tidak akan terjadi. Saya pikir Anda semua tahu bahwa orang yang telah berulang kali memblokir berdirinya negara Palestina adalah saya," kata Netanyahu dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

“Israel akan melakukan kontrol keamanan dari Jordan ke laut, dan itu juga berlaku untuk Jalur Gaza. "

Sebagai penutup pernyataannya, Netanyahu kembali menegaskan bahwa Israel akan mempertahankan otoritas keamanan menyeluruh atas seluruh wilayah tersebut. 

Ia menilai pembentukan negara Palestina di Gaza “belum terjadi dan tidak akan terjadi,” seraya menyatakan telah secara konsisten menghalangi penerapan solusi dua negara.

Mengutip laporan Al Jazeera, pada November 2025, ia menyampaikan kepada kabinetnya bahwa penolakannya terhadap negara Palestina “tidak berubah sedikit pun,” sehari sebelum Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara atas resolusi rancangan Amerika Serikat terkait pembentukan pemerintahan transisi dan penempatan pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Sementara itu, gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 dilaporkan berulang kali dilanggar. Serangan yang hampir terjadi setiap hari disebut telah menewaskan ratusan orang sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.

Perang di Gaza yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah itu turut memperkuat dorongan internasional untuk pembentukan negara Palestina. 

Sejumlah negara Barat bahkan telah mengambil langkah untuk mengakui Palestina secara resmi dalam setahun terakhir. Namun demikian, Netanyahu menegaskan bahwa kebijakan Israel tidak berubah. 

Sumber: Lemonde, Aljazeera, Hespress English

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT